Awaluddin menegaskan, komitmen Jasa Raharja tidak hanya sebatas memastikan pemenuhan hak santunan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk dalam proses penanganan hingga kepulangan jenazah dan kembali ke tengah keluarga.
“Ini adalah duka kita bersama. Kami memahami bahwa situasi ini tidak mudah bagi keluarga korban. Santunan tentu tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, namun kami berharap kehadiran Jasa Raharja sebagai wujud kehadiran negara dapat memberikan dukungan dan membantu meringankan beban keluarga di tengah masa duka. Kami akan terus memberikan yang terbaik sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan,” ujar Awaluddin.
Selain penyerahan santunan, Jasa Raharja juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan korban yang masih menjalani perawatan serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam proses penanganan korban lainnya. Awaluddin menegaskan, Jasa Raharja akan terus mengawal penanganan insiden KM Virgo Transport 8 dan memastikan pelayanan kepada korban maupun ahli waris diberikan sesuai hasil pendataan dan verifikasi.
“Jasa Raharja hadir untuk memberikan kepastian pelayanan dan santunan korban. Kami bersama seluruh pemangku kepentingan terkait saat ini memastikan prioritas kami adalah proses evakuasi dan pencarian korban yang sedang berjalan,” tutur Awaluddin.

























