Sedangkan wawasan mengenai perangkat keras dan lunak kata Ivan, mengalami penurunan. Sebab itu diakuinya, sangat perlu dilakukan seminar untuk meningkatkan literasi digital.
Dalam kegiatan ini, menghasilkan sejumlah rumusan untuk dijadikan standar dalam melindungi diri dari kejahatan siber. Antaranya hati-hati saat menerima telepon dari orang yang tidak dikenal, jangan buka email atau jendela pop up yang mencurigakan.
“Juga amankan data personal, berhati-hatilah dengan informasi personal yang dibagikan di media sosial. Jika membuat janji dengan orang yang kita kenal dari dunia digital, pastikan semuanya valid dari akun medsos sampai ke jejak karirnya,” imbaunya.
Kehadiran teknologi lanjut dia, ibarat pisau bermata dua. Satu sisi memudahkan dalam menjalankan kehidupan, tetapi juga dapat menjadi celah bagi oknum untuk berbuat jahat. Salah satunya dengan memunculkan berita hoaks, untuk memengaruhi opini publik.
“Masyarakat diharapkan juga mampu menggunakan teknologi untuk menyebarkan hal-hal baik dan bermanfaat untuk orang banyak, serta dapat menghargai perbedaan pendapat,” tuturnya.
Selain Ivan, dalam kegiatan ini juga turut diisi pemateri seperti Aulia Putri Juniarto selaku tutor dan fasilitator nasional, Dosen Universitas Al Azhar Indonesia Cut Meutia, Founder Paberik Soeara Rakjat Tio Prasetyo Utomo, Chairwoman of @sobatcyber.id Virna Lim, Direktur PT Cipta Manusia Indonesia dan Founder Kaizen Montessori Ismita Putri.


























