Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Beranda · 26 Feb 2024 21:33 WIB

Ketut Sustiawan Nilai, Pemilu 2024 Sarat Kecurangan


					Ketut Sustiawan Nilai, Pemilu 2024 Sarat Kecurangan Perbesar

Pajajaran Ekspres (Bandung) – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ketut Sustiawan menilai, penyelenggaraan Pemilu 2024 sarat kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massif.

Penyalahgunaan fasilitas negara oleh individu, dugaan ketidaknetralan aparatur negara dan politik uang tutur Ketut, paling banyak terjadi di Pemilu 2024 ketimbang pesta demokrasi sebelumnya.

“Pesta rakyat telah usai, bagi-bagi beras dan minyak sudah selesai. Pemilu 2024 ini memang paling barbar dibanding tahun sebelumnya,” ujar Ketut di Kota Bandung, Senin 26 Februari 2024.

Ketut menambahkan, indikasi kecurangan dimulai dari penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu, yang menurutnya tidak berintegritas serta kepala negara secara terang-terangan cawe-cawe.

Baca Juga :  Forum Rakyat Menggugat Terbitkan Dekrit Bandung, Kecewa Pelaksanaan Pemilu 2024

Selain itu, kecurangan pada saat proses pencoblosan juga terjadi seperti logistik surat suara yang telah tercoblos, tertukar dan hilang. Kemudian ada pula laporan kotak suara tidak tersegel, tempat pemungutan suara terlambat dimulai hingga TPS yang tak aksesibel terhadap disabilitas.

“Belum lagi aplikasi Sirekap milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga telah didesain untuk memenangkan calon presiden tertentu,” ucapnya.

Baca Juga :  Silaturahmi ke Golkar, PDI Perjuangan Jabar Buka Peluang Koalisi Hadapi Pilkada 2024

Ketut menegaskan, saat ini masyarakat Indonesia kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan dihadapkan dengan kenyataan harga-harga bahan pokok yang melambung tinggi. Bahkan, kata dia, harga beras mencapai harga tertinggi dalam sejarah.

“Saat ini harga beras melambung tinggi, tinggi sekali. Belum lagi dalam waktu dekat tarif listrik naik dan tarif tol juga bakal naik,” ungkapnya.

Kondisi daya beli yang masih rendah dan beban hidup yang semakin berat, kenaikan harga berbagai barang dan jasa berdampak pada meningkatnya jumlah orang miskin.

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

9 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Gerak Cepat Jasa Raharja dalam Penanganan Santunan Kecelakaan Lalu Lintas di Purwasari, Karawang

9 Oktober 2026 - 07:26 WIB

PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Bersama Tim Pembina Samsat Laksanakan Operasi Khusus ke Kopja Sonya Wahana Cakti Kabupaten Ciamis

9 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Pt Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Laksanakan Rekonsiliasi Dan Verifikasi Invoice Dengan Buku Tarif Bersama Rumah Sakit Di Kabupaten Garut

9 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Jasa Raharja Purwakarta Bersama Satlantas Polres Subang Gelar Safety Campaign dan Aksi Simpatik

9 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Jasa Raharja Sukabumi Bersama Satlantas Polres Sukabumi Kota Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas di Kalangan Pelajar

9 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Trending di Berita Daerah