“Nah karena itu, jangan menunggu sampai nanti pemerintahan tetapi dalam proses awal ini, saya kira proses membangun kebersamaan kesepemahaman itu harus dikuatkan,” ujarnya.
“Anggaplah ini proses taaruf yang terus menguat dengan PKS. Saya menjalankan juga SK dari partai rekomendasi dari partai untuk membangun komunikasi dengan semua ya, termasuk dengan PKS,” jelasnya.
Bima menyebut, pertemuan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan partai masing-masing di pusat.
“Kita sudah sepakat tadi untuk terus mengupdate informasi, karena bila pada saatnya nanti takdir itu mendekat, merapat. Kita sudah nyaman karena sudah membangun komunikasi,” imbuhnya.
Bima mengatakan, pihaknya senantiasa berkomunikasi dengan partai lain seperti PDIP dan Golkar.
“Nanti tentu setelah ini ada lagi yang akan kita bangun komunikasinya,” ujarnya.
Isu dukungan Golkar kepada Mantan Gubernur Jawa Barat di kontesta Pilkada Jakarta dan Jabar, Bima menyebut sampai hari ini belum ada kepastian.
“Jadi enggak usah berandainya dulu, sekarang kita tidak fokus pada otak-atik kemungkinan-kemungkinan yang belum pasti itu,” katanya
Sebagai petarung, Bima menyebut harus siap dengan segala kemungkinan yang ada termasuk kembalinya Ridwan Kamil maju di Pilgub.
“Kita semua siap skenarionya, PKS ada di posisi masing-masing. Tapi ketika Kang Emil kemudian menapaki jalan lain di Jakarta maka kami pun harus siap dengan skenario ketika Kang Emil tidak di Jawa Barat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima memberi sinyal koalisi dengan PKS untuk merebut kemenangan di Jawa Barat.
“Yang seger-seger diamankan, bahwa jeruk dibungkus oleh pita biru. Maknanya kita sepakat bahwa yang segar itu perlu, tetapi yang segar itu juga harus diikat oleh semangat perdamaian dilambangkan berwarna biru,”



























