“Terkait Pak Sekda, ada pengalaman yang membuat publik bertanya-tanya, pada saat menjadi Pj Wali Kota, yang sangat singkat dan kemudian diganti karena issue inflasi,” imbuhnya.
Atas dasar ini Henry menilai, Dikdik harus kerja ekstra keras untuk mengembalikan kepercayaan publik bila ingin maju dalam Pilwakot Cimahi.
“Tentu masyarakat berharap ada program yang nyata jika beliau maju pilkada, agar situasi di atas tidak terulang,” ujarnya.
Sebab menurutnya, Golkar sebagai partai besar tidak akan asal-asalan dalam mengusung calon kepala daerah. Lantaran partai berlambang pohon beringin tersebut tentunya akan memilih sosok yang memang memiliki peluang untuk menang.
“Golkar sebagai partai besar yang saat ini di Cimahi punya tujuh kursi, tentu berharap besar agar bakal calon Cimahi yang nanti diusung, paling berpeluang memenangkan Pilkada Cimahi,” terangnya.
Terkait proses survei yang dilakukan Partai Golkar dimana berlangsung selama tiga kali, Henry menilai hal tersebut merupakan salah satu metode yang efektif untuk mengetahui potensi calon kepala daerah.
“Mekanisme mengukur dengan survei berkala tentu menjadi salah satu metode yang efektif untuk mengetahui potensi menang dalam pilkada, selain itu tentu 2 balon juga harus sosialisasi aktif ke masyarakat,” katanya.
Sehingga, lanjut Henry, potensi siapa yang akan dipilih Golkar dalam Pilwalkot Cimahi nanti akan dibuktikan dalam hasil survei.
“Walaupun publik tentu punya pilihan yang mana di antara keduanya, yang mana lebih unggul di antara keduanya,” tuturnya.
Sisi lain, pihaknya melihat sudah banyak bakal calon Wali Kota Cimahi yang mulai turun ke masyarakat melakukan sosialisasi.



























