“Pesantren, para kiai haji, ustadz itu mewakili kepala daerah dalam membina masyarakat supaya mereka memiliki ketahanan dalam menghadapi gempuran globalisasi,” ungkap Haru.
Haru menambahkan, ditengah era digitalisasi yang pesat, pondok pesantren dinilai harus bisa beradaptasi, guna dapat memajukan suatu daerah ke jenjang yang lebih cepat.
“Antara imtaq dan iptek itu satu kesatuan. Sekarang itu pendakwah, media dakwah nya ya internet, sosial media, konten. Itu yang saya kira harus disadari bersama bahwa tantangan-nya ada disitu,” tutupnya.

























