Keikutsertaan Adam Panji pada Bandung Art Festival #12 tidak hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga memperkenalkan hasil pengembangan artistic research yang sedang ditempuh dalam studi doktoral Penciptaan Seni di ISBI Bandung. Dalam penelitian tersebut, praktik memotret tidak diposisikan sebagai tahap akhir produksi karya, melainkan sebagai metode penelitian yang menghasilkan pengetahuan artistik melalui pengalaman langsung, refleksi fenomenologis, dan artikulasi visual.
Melalui pendekatan tersebut, proses penciptaan menjadi ruang untuk memahami bagaimana pengalaman artistik terbentuk, bagaimana pengalaman tersebut diwujudkan dalam bentuk fotografi, dan bagaimana karya seni dapat menghasilkan pengetahuan yang berkontribusi bagi pengembangan praktik seni fotografi kontemporer.
Menurut Adam Panji, praktik fotografi kontemplatif merupakan upaya mengembalikan pengalaman melihat sebagai proses yang utuh.
“Fotografi bagi saya bukan sekadar menghasilkan gambar. Kamera menjadi medium untuk berlatih hadir. Ketika tubuh, pikiran, dan rasa berada dalam keadaan hening, proses memotret berubah menjadi pengalaman. Dari pengalaman itulah karya lahir, kemudian direfleksikan kembali sehingga menghasilkan pemahaman baru mengenai praktik penciptaan.,” ujarnya.
Pendekatan tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan artistik Adam Panji melalui berbagai proyek penciptaan, seperti Sastra Foto, Manekung, dan Hening, yang secara bertahap mengembangkan fotografi sebagai medium kontemplasi, refleksi, dan pemaknaan spiritual.
R.Y. Adam Panji Purnama merupakan dosen Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Budaya dan Media, ISBI Bandung. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Penciptaan Seni Fotografi di ISI Yogyakarta dan saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral bidang Penciptaan Seni. Praktik artistiknya berfokus pada pengembangan fotografi kontemplatif melalui integrasi seni, refleksi fenomenologis, dan spiritualitas sebagai bagian dari penelitian berbasis praktik.
































