Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 27 Apr 2024 14:53 WIB

Rutin ‘Ngangkot’, Komitmen Bey Machmudin di Friday Car Free


					Rutin ‘Ngangkot’, Komitmen Bey Machmudin di Friday Car Free Perbesar

BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mulai rajin ‘ngangkot’ berangkat kerja, sebagai bentuk komitmen mendukung kebijakan Friday Car Free di lingkungan Gedung Sate.

Menggunakan kendaraan umum tiap Jumat bagi ASN Pemprov Jabar, khususnya di lingkungan Gedung Sate harus dibudayakan kata Bey Machmudin, untuk menekan emisi karbon dan kemacetan.

Bey Machmudin pun berharap, langkah ini dapat diikuti oleh ASN ketika berangkat dari rumah dan bukan berarti hanya sebatas dilarang parkir kendaraan di area Gedung Sate setiap Jumat.

Saya harapkan tidak hanya tidak ada kendaraan, tapi kesininya pun entah jalan kaki atau naik sepeda atau kendaraan umum. Itu aja,” ujarnya di Gedung Sate baru-baru ini.

Baca Juga :  Bey Machmudin Kecewa Rekrutmen Program JFLS 2024 Tidak Transparan

Dia pun menyayangkan, masih ada ASN yang menggunakan kendaraan pribadi pada Friday Car Free dan memarkirkan kendaraannya di bahu jalan ketika ingin ke Gedung Sate.

“Saya sudah ingatkan, dari minggu lalu. Saya ingatkan ke Pak Sekda (Herman Suryatman), mohon diberikan pemahaman arti car free day ini. Bukan hanya tidak ada kendaraan, tidak ada mobil tapi betul-betul menggunakan kendaraan umum, jalan kaki atau naik sepeda,” ucapnya.

Terlebih Pemprov Jabar kata Bey Machmudin tengah menggencarkan penggunaan transportasi publik, dalam rangka persiapan membangun BRT, LRT dan cable car atau kereta gantung.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Bakal Kejar Target 11,1 Juta Ton GKG Terealisasi  

Sehingga sebelum meminta masyarakat menggunakan transportasi publik, para ASN dan pejabat di lingkungan Pemprov Jabar kata dia, harus turut merasakan. Supaya bisa tahu kendala apa saja yang dihadapi, kala menggunakan kendaraan umum.

Artinya kami sebagai pembuat kebijakan transportasi itu harus merasakan juga. Supaya tahu, jadi jangan hanya tahu rute dari BEC ke Tegalluar gitu. Tapi bagaimana, siapa yang mau pakai. Siapa yang mau berhenti di daerah Soekarno-Hatta. Feedernya bagaimana kedalamnya. Harus dipikirkan, jangan sampai tidak,” paparnya.

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT Jasa Raharja (Persero) Kanwil Utama Jawa Barat Salurkan Santunan Rp179,62 Miliar pada Semester I 2026

24 Juli 2026 - 08:10 WIB

Jasa Raharja Dukung Penguatan Kolaborasi Lintas Instansi Melalui Forum Komunikasi Lalu Lintas Di Polres Karawang

23 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jasa Raharja Karawang Gelar Pelatihan PPGD di Kecamatan Telagasari untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Korban Kecelakaan

22 Juli 2026 - 08:44 WIB

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Pajak Kendaraan Bermotor dan Keselamatan Lalu Lintas di Desa Santing Kecamatan Losarang

22 Juli 2026 - 08:34 WIB

Hari Kedua Operasi Gabungan, Jasa Raharja Bersama Tim Pembina Samsat Kota Tasikmalaya Intensifkan Kepatuhan Pajak Kendaraan di Bundaran Linggajaya

22 Juli 2026 - 08:07 WIB

Optimalisasi Pendapatan PKB dan SWDKLLJ, PJ Samsat Kota Banjar Laksanakan GASPOLL di Kelurahan Neglasari dan Balokang

22 Juli 2026 - 08:03 WIB

Trending di Berita Daerah