Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 2 Agu 2024 22:43 WIB

Senyum Dinda, Penderita Menginitis Saat Dapat Kursi Roda Baru dari Bacawalkot Bandung Sonny Salimi


					Senyum Dinda, Penderita Menginitis Saat Dapat Kursi Roda Baru dari Bacawalkot Bandung Sonny Salimi Perbesar

BANDUNGDinda, 13, warga Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, harus menjalani kesehariannya menggunakan kursi roda. Bahkan sejak usia 8 bulan Dinda tidak bisa leluasa menggerakan seluruh anggota badannya karena divonis menderita penyakit menginitis.

Dinda bersama sang ibu dan kakek tinggal disebuah rumah kontrakan padat pemukiman kawasan Jalan Sukakarya 1 RT 05 RW 12, tak jauh dari aliran Sungai Cikapundung. Kata-kata ‘aa’ pun yang hanya bisa dilontarkan Dinda ketika berkomunikasi dengan orang-orang menyapanya.

Menurut ibu kandung Dinda, Dian, putri satu-satunya itu menderita penyakit menginitis sejak usia 8 bulan. Dinda awalnya mengalami kesulitan untuk buang air besar, bahkan hingga mengalami kejang-kejang saking susahnya untuk mengeluarkan kotoran.

Baca Juga :  Baru Segelintir Hotel Olah Sampah Mandiri Ditengah Masalah Sampah Hantui Kota Bandung

Dian saat itu mengaku panik dan langsung membawa Dinda ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun Dinda harus dirujuk ke rumah sakit karena penyakit yang dideritana belum bisa ditangani di fasilitas kesehatan tersebut.

“Dibawa ke rumah sakit, dan disana Dinda divonis kena menginitis,” kata Dian saat ditemui dikediamannya pada Rabu, 31 Juli 2024 kemarin.

Baca Juga :  Momentum Maulid Nabi, Haru: Teladani Sifat Rasul Merupakan Kunci Segalanya

Hingga kini Dinda pun harus menggunakan kursi roda, karena seluruh tubuhnya tidak berfungsi dengan baik sehingga harus ditopang. Namun kursi roda tersebut diakui Dian, sudah cukup rusak terutama roda bagian depan sehingga harus kesulitan jika mendorong. Terlebih, kursi roda tersebut sarana satu-satunya milik Dinda agar bisa bermain.

“Iya yang ini udah rusak roda depannya, kalau didorong tuh susah. Tapi da ini cuma satu-satunya, sama enggak kebeli juga kalau pengen ganti,” keluh Dian.

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kolaborasi Jasa Raharja-Kemenaker Dorong Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas

16 Juni 2026 - 08:34 WIB

Jasa Raharja Inisiasi Rapat Strategi Kolaboratif Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ di Kota Tasikmalaya

15 Juni 2026 - 08:25 WIB

Jasa Raharja Cabang Sukabumi Serahkan Santunan Kepada Beberapa Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Pendopo Kabupaten Sukabumi

15 Juni 2026 - 07:51 WIB

Tingkatkan Keselamatan Jalan, Jasa Raharja dan RS Siloam Purwakarta Gelar Pelatihan PPGD Bagi Pengemudi Ojek Online di Campaka

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, inDrive Hadirkan Solusi Pengiriman untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis Lokal

14 Juni 2026 - 09:35 WIB

Manfaatkan AI Tanpa Gantikan Tutor, Edupoint.id Personalisasi Les Privat dan Bimbel untuk 70.000+ Pelajar di 60+ Kota di Seluruh Indonesia

13 Juni 2026 - 20:05 WIB

Trending di Headline