Menurut Awaluddin, tingginya tingkat rekomendasi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kepercayaan stakeholders terhadap perusahaan. Karena itu, Jasa Raharja akan terus memperkuat kualitas interaksi dan layanan agar hubungan dengan stakeholders dapat terjaga secara berkelanjutan.
“Kepercayaan stakeholders merupakan hal yang sangat penting bagi kami. Karena itu, kami akan terus memperkuat engagement dan loyalitas, sekaligus memastikan layanan Jasa Raharja semakin mudah diakses dan memberikan pengalaman yang positif bagi seluruh stakeholders,” katanya.
Sementara itu, dari sisi kemudahan layanan, Hassle Free Index (HFI) Jasa Raharja mencapai 97,05%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar stakeholders tidak mengalami kendala atau kerumitan dalam memperoleh layanan Jasa Raharja.
Awaluddin menegaskan, capaian positif tersebut tidak membuat perusahaan berpuas diri. Hasil survei akan menjadi masukan untuk terus menyempurnakan berbagai aspek layanan yang masih memiliki ruang perbaikan, khususnya dalam menjaga kepuasan, meningkatkan engagement dan loyalitas, serta menghadirkan pengalaman layanan yang semakin mudah bagi seluruh stakeholders.
“Hasil survei ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan. Kami akan menjaga apa yang sudah baik dan memperbaiki aspek-aspek yang masih memiliki ruang peningkatan, sehingga layanan Jasa Raharja dapat semakin mudah, responsif, dan memberikan manfaat bagi stakeholders,” tutur Awaluddin.




























