Sementara untuk head to head, Ganjar-Mahfud diprediksi menang dengan perolehan 48,5 persen dan Prabowo 41,4 persen. Hal serupa kala disandingkan dengan Anies, dimana Ganjar mencatat 59 persen dan Anies 35 persen.
Selain itu, Id-insight menemukan bahwa persepsi publik menilai Presiden Joko Widodo tidak netral pada Pemilu 2024, dengan angka 46,1 persen dan 33,8 persen menilai telah netral. Sedangkan sisanya enggan memberikan penilaian terkait hal tersebut. Demikian pula tingkat kepuasan kinerja, yang trennya juga menurun.
“Pertama presiden dianggap kurang bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan mengendalikan harga bahan pangan, dianggap terlibat dalam praktik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebabkan Gibran menjadi calon wakil Presiden RI dan ini dianggap melanggar etik. Ketiga, presiden dianggap kurang tegas dalam upaya melakukan pemberantasan korupsi. Terakhir presiden dianggap tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan,” jelasnya.
Survei ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan random purposive dari kecamatan hingga desa. Survei dilakukan dengan 25 pertanyaan dimana 18 di antaranya fokus pada kepuasan publik terhadap pemerintahan dan elektabilitas capres-cawapres. Responden survei adalah mereka yang berumur 17 tahun, WNI, menikah dan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap. Survei sendiri memiliki nilai margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan di angka 95 persen.



























