Pemprov Jabar melalui Disperindag Jabar kata dia, akan melakukan promosi bersama, serta memberikan pelatihan dan pembinaan sekaligus membantu memasarkannya.
“Kami akan memasarkan sarung ini mungkin ke Afrika, Timur Tengah dan Asean. Peminatnya masih cukup banyak. Penjajakan terus dan dipromosikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat,” kata dia.
Sementara Senior Customer Relation Manager MURI Andre Purwandono mengatakan, pihaknya merasa bangga karena bisa menganugerahkan rekor MURI akan penggunaan sarung tenun Majalaya.
“Kami meyakini bahwa sarung tenun Majalaya hanya ada di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Penghargaan yang kami berikan, pemakaian sarung tenun oleh ASN terbanyak. Jadi khusus untuk Provinsi Jawa Barat ini, merupakan rekor yang belum pernah dicatat oleh MURI,” tandasnya.



























