Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 8 Mei 2024 20:40 WIB

Disnakertrans Jabar Apresiasi Semangat Apindo dan Serikat Pekerja, Cari Solusi Turunkan TPT


					Disnakertrans Jabar Apresiasi Semangat Apindo dan Serikat Pekerja, Cari Solusi Turunkan TPT Perbesar

BANDUNG – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat Teppy Wawan Dharmawan mengapresiasi semangat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar dan serikat pekerja, yang mau duduk bersama dalam mencari solusi menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Sehingga lanjut Teppy, memudahkan Disnakertrans Jabar dalam melakukan pemetaan, mencari solusi untuk menekan TPT.

Dimana TPT Jabar 2024, berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari lalu masih di angka 6,91 persen atau 1,79 juta pengangguran. Walaupun sejatinya cenderung turun ketimbang 2023, dimana saat itu TPT di 7,89 persen atau dua juta pengangguran. Turun sekitar 217 ribu orang.

Baca Juga :  Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbesar, Ini Langkah Disnakertrans Jabar untuk Atasinya

“Alhamdulillah semua peduli untuk memikirkan bersama. Kita tindaklanjuti pemetaan, TPT diselesaikan secara apa? Apakah secara formal maupun informal,” ujar Teppy di sela Seminar Ketenagakerjaan Peringati May Day 2024, bertajuk Kerja Bersama Turunkan TPT di Aula Bima, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Rabu 8 Mei 2024.

Sebab kata Teppy, selain pekerjaan formal nyatanya kerja informal juga mampu menyerap tenaga kerja. Ini terbukti ketika pandemi Covid 19 lalu, dimana UMKM tumbuh pesat.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Imbau Perusahaan Lakukan WFH Sekali dalam Satu Pekan

“Termasuk satu lagi, peluang kerja di luar negeri,” ucapnya.

Maka dari itu kata dia, diharapkan melalui seminar ini dapat menghasilkan titik temu dalam mengurai masalah TPT di Jawa Barat.

“Kalau treatment harus menambah pelatihan, itu yang akan kita lakukan. Kita siapkan BLK yang kita punya. Kebutuhan jenis apa treatment-nya? Maka tim vokasi yang akan berikan rekomendasi,” imbuhnya.

Dimana tentunya, tidak mengindahkan angkatan kerja yang sudah terserap pada saat ini. Sebab kata dia, jangan sampai ada perusahaan yang tutup, sehingga tentunya berdampak dengan menambah jumlah pengangguran baru.

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Operasi Gabungan di Lapangan Sahate Dorong Kepatuhan PKB, SWDKLLJ, dan IWKBU

19 Mei 2026 - 20:51 WIB

Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor Hadir Melalui Iklan Layanan Masyarakat di XXI Plaza Asia dan Transmart Tasikmalaya

19 Mei 2026 - 08:12 WIB

Jasa Raharja Cabang Sukabumi Hadiri Supervisi Blackspot dan Troubelspot bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) di Polres Cianjur

18 Mei 2026 - 08:17 WIB

Jasa Raharja Cabang Sukabumi Bersama RSUD Palabuhanratu Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kasepuhan Kampung Adat Ciptarasa

16 Mei 2026 - 20:45 WIB

Pemerintah Salurkan SPHP Jagung di Jawa Barat, Tekan Beban Produksi Peternak Unggas di Wilayah Bandung Raya

14 Mei 2026 - 23:29 WIB

Bayar Pajak Tepat Waktu Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat Berikan Voucher Reward Bareng Pelaku Usaha

13 Mei 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Daerah