Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 23 Jul 2024 12:32 WIB

Ramai Polemik Cleansing Guru Honorer, Haru: Naikkan Status Guru!


					Ramai Polemik Cleansing Guru Honorer, Haru: Naikkan Status Guru! Perbesar

BANDUNG – Guru merupakan instrumen penting dalam menyiapkan generasi muda sebagai penerus estafet pembangunan bangsa.

Terlepas dari status PNS, P3K ataupun honorer, kehadiran guru dalam dunia pendidikan, bukan hanya sebagai pengajar namun juga sebagai pembentuk karakter, mental, etika, hingga kepribadian generasi muda yang memegang teguh ideologi pancasila.

Hal itupun di akui Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu, menurutnya guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda penerus bangsa.

Naas di balik peran penting guru saat ini, mereka di hantui dengan kebijakan yang pelik yakni cleansing.

Baca Juga :  Dipastikan Jalanan Membiru, Bobotoh Diimbau Untuk Tertib

“Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) itu hal yang serius. Kita tidak ada gunanya membangun jalan, bandara, pelabuhan kalau kualitas SDM-nya rendah,”katanya. Selasa (23/7/2024).

Ketimbang Cleansing, ditegaskan Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Haru Suandharu, pemerintah sebaiknya lebih fokus dalam peningkatan kemampuan guru, baik honorer, P3K, PNS sehingga memiliki standar yang sama.

Terlebih jumlah guru honorer di Jawa Barat sendiri terbilang sangat banyak mencapai 11.315 orang.

Baca Juga :  Guru Ngaji, Salahsatu Pilar Untuk Meningkatkan SDM Unggul

“Artinya bukan hanya kesempatan atau status, tapi peningkatan keterampilan, profesionalisme, kesejahteraan adalah asas yang penting supaya mereka mengajarnya dengan tenang. Diberikan hak-haknya tapi kewajibannya harus dipenuhi,”jelasnya.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa itu kuncinya adalah kualitas. Alhamdulillahnya ada tunjangan profesional kalau untuk PNS, hanya saya kira harus diselesaikan. Pemerintah itu harus tuntas, jadi jangan seperti menghindar dan dihadapi, kekurangan saat ini di mana,”imbuhnya.

Kang Haru pun menegaskan, jangan sampai generasi penerus bangsa menjadi korban akibat kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kolaborasi Jasa Raharja-Kemenaker Dorong Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas

16 Juni 2026 - 08:34 WIB

Jasa Raharja Inisiasi Rapat Strategi Kolaboratif Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ di Kota Tasikmalaya

15 Juni 2026 - 08:25 WIB

Jasa Raharja Cabang Sukabumi Serahkan Santunan Kepada Beberapa Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Pendopo Kabupaten Sukabumi

15 Juni 2026 - 07:51 WIB

Tingkatkan Keselamatan Jalan, Jasa Raharja dan RS Siloam Purwakarta Gelar Pelatihan PPGD Bagi Pengemudi Ojek Online di Campaka

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, inDrive Hadirkan Solusi Pengiriman untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis Lokal

14 Juni 2026 - 09:35 WIB

Manfaatkan AI Tanpa Gantikan Tutor, Edupoint.id Personalisasi Les Privat dan Bimbel untuk 70.000+ Pelajar di 60+ Kota di Seluruh Indonesia

13 Juni 2026 - 20:05 WIB

Trending di Headline