Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Bandung · 2 Apr 2026 19:27 WIB

Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI


					Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI Perbesar

BANDUNG – Penyakit melonjak signifikan di Provinsi Jawa Barat. Merespon ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar mengakselerasi langkah mitigasi lewat program Outbreak Response Immunization (ORI).

Strategi ini bukan imunisasi biasa. ORI menyasar seluruh anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa mempersoalkan riwayat vaksinasi sebelumnya. Tujuannya untuk memutus transmisi virus secepat mungkin di wilayah yang sudah menunjukkan lonjakan kasus.

Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, dua daerah telah masuk prioritas pelaksanaan ORI pada April 2026, yaitu Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Penetapan ini berbasis pada tren peningkatan kasus yang terdeteksi hingga 19 Maret 2026.

Baca Juga :  Sekda Herman Pastikan Tindaklanjuti Temuan BPK Terkait Proyek RSJ Jabar

Langkah ini bukan yang pertama, Kabupaten Garut bahkan sudah lebih dulu menjalankan ORI pada Februari 2026 di sejumlah puskesmas, yakni Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk, indikasi bahwa wilayah ini menjadi salah satu titik merah penyebaran.

Di saat yang sama, Dinkes Jabar juga menggenjot Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak rubella (MR) secara lengkap. Delapan daerah kini menjadi arena percepatan, meliputi Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang.

Baca Juga :  Inilah Upaya Dinkes Jabar atasi KLB Campak di Kabupaten Bogor dan Bandung Barat

Program ini belum selesai, pemerintah masih memburu cakupan hingga menyentuh angka 100 persen, sebuah target ambisius di tengah tantangan lapangan.

Di tengah intensifikasi program, ketersediaan vaksin menjadi faktor krusial. Namun Dinkes Jabar memastikan stok vaksin MR masih mencukupi untuk menopang ORI dan CUC.

“Apabila terjadi kekurangan vaksin, puskesmas dapat meminta ke Dinas Kesehatan Provinsi Jabar,” ujar Vini dikutip Kamis (2/4/2026).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Bahas Keselamatan Berlalu Lintas dan Titik Blackspot di Kecamatan Cibadak – Parungkuda

22 Mei 2026 - 22:48 WIB

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat, Tim Pembina Samsat Kota Depok Gelar Sosialisasi Pajak Daerah di Kecamatan Sukmajaya Depok

22 Mei 2026 - 22:40 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Glorifikasikan Gebyar Kepatuhan Wajib Pajak dalam Kegiatan Shaping Future Fun Run

22 Mei 2026 - 22:36 WIB

Jasa Raharja Gelar Pelatihan PPGD bagi Masyarakat Wilayah Pantura Subang

22 Mei 2026 - 22:30 WIB

Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025

22 Mei 2026 - 19:56 WIB

Jasa Raharja Cabang Bandung Gandeng Kampus Universitas Widyatama Bandung Glorifikasikan Fitur Lapor Laka pada Platform JRku

21 Mei 2026 - 22:43 WIB

Trending di Berita Daerah