Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Headline · 19 Agu 2024 12:29 WIB

Cerita Warga Bandung Dulu dan Sekarang: Butuh Harapan Baru, Euy!


					Cerita Warga Bandung Dulu dan Sekarang: Butuh Harapan Baru, Euy! Perbesar

BANDUNG –  Sebagai Kota Metropolitan sekaligus Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung menjadi tujuan favorit urbanisasi baik dari pedesaan di dalam provinsi maupun dari luar Jawa Barat. Hal ini menjadi permasalahan serius yang harus di sikapi oleh pemerintah yang akan datang terlebih saat ini Pemilihan Kepala Daerah (Walikota) akan dilakukan.

Pasalnya tingginya urbanisasi yang dilakukan masyarakat dari berbagai daerah ke kota besar seperti Bandung, akan berdampak besar tidak hanya bagi ketersediaannya lapangan pekerjaan, namun juga akan berimplikasi ganda ke sektor lainnya, seperti Kesehatan, Pendidikan, hunian yang layak, hingga tingkat kriminalitasnya.

Baca Juga :  Sejahterakan Pendidikan, Haru Siapkan Program Beasiswa Berkelanjutan

Seperti diutarakan Dasep (50), Warga Asli Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Ia menceritakan, Ketika awal tahun 2000 an, Dasep yang pada saat itu berusia 26 tahun merasakan kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan kondisi bandung hari ini.

Mencari pekerjaan yang lebih mudah, mengakses fasilitas Kesehatan yang tidak begitu antre, hingga kepadatan arus lalulintas yang tidak sepadat hari ini, menjadi hal hal yang sangat membekas baginya.

“Kalau dulu Ketika 2000 an cari kerja itu kerasa lebih gampang, misal kita kerja sekarang, gak betah nih keluar terus nyari nyari yang baru 3-4 mingguan udah bisa kerja, pas kita berobat pun sama, kalau dulu pake askes antrean pasti ada, cuman gak sampai yang harus ditahan berjam jam di IGD beda kalau sekarang, belum lagi di jalan, dulu jalan macet itu ketebak jamnya, pasti di kisaran jam 6-8 sama jam 4 sore sampai jam 6, itupun macetnya bukan macet total, masih relatif jalan, kalau sekarang kayaknya hampir setiap saat bisa macet deh, apalagi kalau udah ketemu weekend sama libur panjang, malah kalau sekarang sampe ke jalan jalan tikus juga macet,”katanya. Senin (19/8/2024).

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Heboh Dugaan Percakapan Bernuansa Seksual, Seret Ketua DPC Gerindra Kota Bandung, Kader Minta DPD Turun Tangan

7 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Jasa Raharja Karawang Sosialisasikan PKB Dan SWDKLLJ Di Universitas Buana Perjuangan

7 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tim Pembina Samsat Pangandaran Sosialisasikan Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor Di Desa Kertayasa

7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Opsgab Samsat Ciamis di Panumbangan 374 Kendaraan Diperiksa, Rp24,6 Juta PKB dan SWDKLLJ Terkumpul

7 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Penyerahan Santunan Korban Laka Kapal Laut Virgo dengan Domisili Ahli Waris di Kabupaten Karawang

7 Oktober 2026 - 08:36 WIB

PPGD di Kantor Desa Anggadita Kec.Klari salah satu titik Rawan Laka Kab.Karawang

7 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Trending di Berita Daerah