Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Headline · 19 Agu 2024 12:29 WIB

Cerita Warga Bandung Dulu dan Sekarang: Butuh Harapan Baru, Euy!


					Cerita Warga Bandung Dulu dan Sekarang: Butuh Harapan Baru, Euy! Perbesar

BANDUNG –  Sebagai Kota Metropolitan sekaligus Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung menjadi tujuan favorit urbanisasi baik dari pedesaan di dalam provinsi maupun dari luar Jawa Barat. Hal ini menjadi permasalahan serius yang harus di sikapi oleh pemerintah yang akan datang terlebih saat ini Pemilihan Kepala Daerah (Walikota) akan dilakukan.

Pasalnya tingginya urbanisasi yang dilakukan masyarakat dari berbagai daerah ke kota besar seperti Bandung, akan berdampak besar tidak hanya bagi ketersediaannya lapangan pekerjaan, namun juga akan berimplikasi ganda ke sektor lainnya, seperti Kesehatan, Pendidikan, hunian yang layak, hingga tingkat kriminalitasnya.

Baca Juga :  Mesra, Safari Politik PDI-P Ke PKS Kota Bandung. Koalisi?

Seperti diutarakan Dasep (50), Warga Asli Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Ia menceritakan, Ketika awal tahun 2000 an, Dasep yang pada saat itu berusia 26 tahun merasakan kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan kondisi bandung hari ini.

Mencari pekerjaan yang lebih mudah, mengakses fasilitas Kesehatan yang tidak begitu antre, hingga kepadatan arus lalulintas yang tidak sepadat hari ini, menjadi hal hal yang sangat membekas baginya.

“Kalau dulu Ketika 2000 an cari kerja itu kerasa lebih gampang, misal kita kerja sekarang, gak betah nih keluar terus nyari nyari yang baru 3-4 mingguan udah bisa kerja, pas kita berobat pun sama, kalau dulu pake askes antrean pasti ada, cuman gak sampai yang harus ditahan berjam jam di IGD beda kalau sekarang, belum lagi di jalan, dulu jalan macet itu ketebak jamnya, pasti di kisaran jam 6-8 sama jam 4 sore sampai jam 6, itupun macetnya bukan macet total, masih relatif jalan, kalau sekarang kayaknya hampir setiap saat bisa macet deh, apalagi kalau udah ketemu weekend sama libur panjang, malah kalau sekarang sampe ke jalan jalan tikus juga macet,”katanya. Senin (19/8/2024).

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

UPI Kukuhkan Guru Besar, Rektor: Bisa Berikan Dampak Luar Biasa

7 Mei 2026 - 14:12 WIB

Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor, Jasa Raharja Sukabumi Laksanakan SIGAP Instansi

5 Mei 2026 - 19:48 WIB

Operasi Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor oleh Jasa Raharja Kanwil Jabar dan P3DW Kabupaten Bandung II Soreang di Wilayah Kopo

5 Mei 2026 - 19:45 WIB

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Cianjur Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Ramp Check Angkutan Umum

4 Mei 2026 - 08:06 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Berikan Sosialisasi PPGD kepada Komunitas Vespa Antique Club (VAC) Tasikmalaya

3 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Jabar Kolaborasi dengan Dishub KBB dan Polres Cimahi melalui FKLL dan Pemasangan Rambu

2 Mei 2026 - 23:10 WIB

Trending di Berita Daerah