Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Bandung · 25 Sep 2025 10:04 WIB

UPI Hadirkan Program LIMAR untuk Bantu Penerangan Masyarakat Pra-sejahtera


					UPI Hadirkan Program LIMAR untuk Bantu Penerangan Masyarakat Pra-sejahtera Perbesar

BANDUNG – Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan program LIMAR (Listrik Mandiri Rakyat) sebagai bentuk kontribusi nyata perguruantinggi dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat prasejahtera.

Penerapan program ini diawali di Kampung Datar Mala, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, melalui pemasangan panel surya.

Rektor UPI Prof Didi Sukyadi bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA.Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang belum terjangkau jaringan listrik pemerintah, sekaligusmendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem dan pembangunan berkelanjutan.

“UPI berdampak melalui program LIMAR ini bukan hanya sekadar memberikan penerangan kepada mereka yang tergolong dalam kelompok masyarakat prasejahtera, tetapi memberikan kesempatan kepada mereka untuk berani bermimpi dan mengejar mimpi-mimpi mereka. Dampak darisinar yang mereka dapatkan bukan hanya sebagai penerangrumah, tetapi juga membuat anak sekolah memiliki waktubelajar lebih lama serta meningkatkan produktivitas masyarakat. Sesuai dengan slogannya, UPI Bersinar: bersinarrumahnya, bersinar hatinya, bersinar masa depannya,” ujar Prof  Vanessa Gaffar dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  UPI Tambah Panel Surya bagi Warga Prasejahtera melalui Program LIMAR

Program LIMAR menggunakan kombinasi panel suryadengan lampu LED monokromatik, yang terbukti hematenergi namun mampu menghasilkan cahaya optimal. Teknologi ini hadir sebagai solusi berkelanjutan setelahberbagai upaya sebelumnya, seperti penggunaan aki mobildan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mini, belum mampumemenuhi kebutuhan warga secara efektif.

Baca Juga :  PLN Siap Dukung Kesuksesan KTT ASEAN di Labuan Bajo

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2025, terdapat 121.871 rumah di Jawa Baratdan 1,28 juta rumah secara nasional yang masih belummemiliki akses listrik. Kehadiran program LIMAR diharapkan dapat menjadi model inovasi kampus berdampakyang bisa direplikasi oleh perguruan tinggi lain di seluruhIndonesia.

Melalui program ini, UPI menegaskan komitmennya sebagaiuniversitas pelopor dan unggul yang terus menghadirkaninovasi akademik dengan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

DPRD Jabar Soroti Kinerja Pemprov dari LKPJ 2025

2 April 2026 - 20:30 WIB

Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI

2 April 2026 - 19:27 WIB

Pemprov Jabar Imbau Perusahaan Lakukan WFH Sekali dalam Satu Pekan

2 April 2026 - 19:19 WIB

Idrus Marham Pastikan, Musda XI Golkar Jabar Jadi Momentum Perkuat Komitmen untuk Rakyat

2 April 2026 - 19:04 WIB

Kemanusiaan di Bulan Ramadan: YBGS dan KPM Berbagi

3 Maret 2026 - 13:05 WIB

Bahagiakan Nataru 2025-2026, 103 Ribu Pengguna KAI Commuter II Bandung Terlayani Dengan Baik

21 Desember 2025 - 11:11 WIB

Trending di Bandung