Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Headline · 12 Nov 2025 14:31 WIB

Milad Ke-113 Muhammadiyah, Mengulik Kembali Jejak Dakwah dan Perjuangan di Kota Kembang


					Milad Ke-113 Muhammadiyah, Mengulik Kembali Jejak Dakwah dan Perjuangan di Kota Kembang Perbesar

BANDUNG – Resepsi puncak milad ke-113 Muhammadiyah akan diselenggarakan di Kota Kembang Bandung. Tepatnya di Universitas Muhammadiyah Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, pada 18 November 2025.

Ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah akan hadir pada kegiatan ini. Termasuk juga para penggembira yang antusias menyambut gelaran tahunan yang baru pertama diadakan di UM Bandung ini.

Nah, menarik disimak bagaimana sejarah dan perkembangan persyarikatan Muhammadiyah di kota ini. Seperti apa ulasannya?

Penulis buku “Sejarah Pergerakan Muhammadiyah di Bandung Tahun 1936-1940” Muhammad Zaki Al Aziz mengungkapkan bahwa organisasi Muhammadiyah pertama kali dikenalkan kepada masyarakat Bandung pada tanggal 26 Januari 1936.

“Dahulu acara perkenalan tersebut diberi judul Propaganda Vergadering Moehammadijah yang diselenggarakan di Gedung Mardihardjo, Pangeran Sumedangweg,” ujar Zaki di Bandung, dalam siaran persnya pada Rabu ( 12/11/2025).

Propaganda ini juga merupakan realisasi atau respons dari hasil Konferensi Muhammadiyah wilayah Jawa Barat ke-2 yang diadakan di Garut pada 1935. Salah satu poinnya adalah menyebarkan organisasi Muhammadiyah di wilayah Priangan selama satu tahun.

Dua pimpinan cabang yang telah lama berdiri di Jawa Barat, Garut dan Betawi, memiliki tugas masing-masing. Garut dipercayai menyebarkan dakwah dan membuat brosur tentang organisasi Muhammadiyah dengan menggunakan bahasa Sunda. Adapun cabang Betawi menggunakan bahasa Arab, Latin, dan Indonesia.

Di antara tokoh-tokoh yang menjadi penggerak awal Muhammadiyah di Kota Bandung adalah Rifaudin Soetalaksana (Ketua), Soetan Perang Boestami (Taman Pustaka), Sastra Soedjana (Sekretaris), Hasan Effendi (Tabligh), Alwi Ratman (Bendahara), Bakrie Soeraatmadja (Bagian Onderwijs atau Pendidikan), Hasan Ali Soerati (Penolong Kesengsaraan Oemoem), Burhan Kartadiredja (Penasihat), dan bagian Aisyiyah akan meminta masukan kepada Dewi Sartika.

Baca Juga :  Kolaborasi Muhammadiyah dan ITB Diharapkan Jadi Penggerak Pemerataan Kemajuan Nasional

“Rifaudin Soetalaksana menjadi ketua selama dua periode, yaitu 1936-1940 dan 1940-1944.  Dari tangan dan pengalaman mereka, organisasi Muhammadiyah pada periode pertama itu bisa dikatakan mengalami perkembangan yang signifikan,” lanjut Zaki yang juga Bendahara Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Bandung.

Rifaudin Soetalaksana merupakan tokoh mubalig yang telah lama malang melintang dalam dunia dakwah, khususnya melalui organisasi Muhammadiyah.

Perjuangan Soetalaksana dalam dakwah juga berlanjut dalam ranah kebangsaan. Ia sempat menjadi Wakil Ketua PII Bandung bersama dengan Ketua Moh Natsir dan menurut beberapa sumber pada 1950-an pernah menjadi anggota Konstituante dari Masyumi.

Tokoh lain yang tidak kalah penting adalah Bakrie Soeraatmadja yang dikenal saat ini sebagai perintis pers di Indonesia. Menurut Zaki, sering diliput dan dipublikasikannya kegiatan Muhammadiyah periode awal dalam koran seperti “Sipatahoenan”, “Pemandangan” atau “Sinar Pasundan”, sedikitnya karena peran Bakrie Soeraatmadja.

Selain itu, ada juga tokoh penting lainnya seperti Hasan Ali Surati (sejawatnya Cokroaminoto ketika di Sarekat Islam) yang menjadi Ketua PKO pertama di Bandung.

Baca Juga :  Ada Potensi Kepadatan Saat Milad Muhammadiyah, Panitia Sampaikan Permohonan Maaf

Ia juga merupakan mantan pengurus koran “Oetoesan Hindia” dan sebelum pindah ke Bandung menjadi pengurus Muhammadiyah di Malang. Di tangan Surati, PKO Bandung menjadi dakwah Muhammadiyah dalam bidang sosial dan kemasyarakatan.

Misalnya, dari sisi pergerakan organisasi, yang ditandai dengan berdirinya group (cabang) atau bahkan ressort (ranting), diadakannya pengajian dengan mengundang tokoh-tokoh mubalig terkenal, seperti Haji Hadjid, Saalah Yusuf Sutan Mangkuto, Haji Kartosudarmo, Mustafha Ramadhan, KH Mas Mansoer, Haji Rosul, dan dihadiri oleh ratusan orang jiwa.

Sementara itu, dari sisi amal usaha, Muhammadiyah periode pertama itu sukses mendirikan amal usaha seperti weeshuis (rumah yatim), sekolah (Schakelschool Moehammadijah dan Holland Indlansche School (HIS) Met de Quran, dan juga membuka Poliklinik.

Dalam hubungannya dengan masyarakat Bandung pada waktu itu, kata Zaki, organisasi Muhammadiyah yang diwakili oleh PKO, tak jarang selalu tampil dan bahkan membantu pemerintahan setempat.

Misalnya membantu pemerintahan dalam rangka mensejahterakan masyarakat, dengan mendistribusikan pembagian zakat dan fitrah kepada masyarakat yang ada di Bandung waktu itu.

“PKO Bandung pada waktu itu juga sukses mengadakan acara khitanan gratis bagi anak-anak yatim dan anak-anak kurang mampu. Kemudian berperan aktif menjadi pelayan masyarakat (mendirikan posko bantuan) ketika terjadi musibah yang melanda Bandung, umpamanya bencana banjir yang terjadi pada 1940,” tandas Zaki.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Inisiasi Rapat Strategi Kolaboratif Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ di Kota Tasikmalaya

15 Juni 2026 - 08:25 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, inDrive Hadirkan Solusi Pengiriman untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis Lokal

14 Juni 2026 - 09:35 WIB

Manfaatkan AI Tanpa Gantikan Tutor, Edupoint.id Personalisasi Les Privat dan Bimbel untuk 70.000+ Pelajar di 60+ Kota di Seluruh Indonesia

13 Juni 2026 - 20:05 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan Ditlantas Polda Jabar Matangkan Kolaborasi Hari Bhayangkara ke-80, Siapkan Pameran Traffic Accident Analysis (TAA) dan Program Polantas Menyapa Ojol

12 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat Terima Kunjungan Kepala Bapenda Jawa Barat Bahas Program Kerja Samsat serta Langkah Strategis Peningkatan Pelayanan Masyarakat

12 Juni 2026 - 19:32 WIB

Kolaborasi Tim Pembina Samsat Depok dan Badan Keuangan Daerah dalam Sosialisasi Implementasi UU HKPD untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah

12 Juni 2026 - 18:57 WIB

Trending di Berita Daerah