BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia berharap alumninya memegang teguh integritas dan kejujuran serta menguatkan jejaring dalam menghadapi kondisi saat ini.
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Didi Sukyadi meminta para alumni dapat meningkatkan kemampuan mereka diluar bidang yang telah ditekuni.
“Tidak hanya yang bersifat pemerintahan, tapi juga yang bersifat di luar pemerintahan, baik sebagai politisi, pengusaha, ataupun yang lainnya. Karena mahasiswa UPI punya potensi untuk itu,” ujarnya usai Wisuda Gelombang II di Kampus UPI, Minggu (10/5/2026).
Prof. Didi mengemukakan, perguruan tingginya tak hanya memberikan ilmu sesuai dengan bidang atau jurusan yang dipilih mahasiswa, tapi juga kemampuan untuk beradaptasi sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan fenomena di sekitarnya.
Ia menjelaskan, proses penilaian lulusan di UPI tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan kompetensi dan pengembangan soft skills mahasiswa.
“Mahasiswa UPI wajib mengikuti uji kompetensi pada akhir masa studi dan memiliki minimal dua sertifikat kompetensi, yaitu bahasa Inggris dan kompetensi tambahan seperti teknologi informasi atau kepemimpinan. Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan memenuhi 100 poin kegiatan sebagai syarat mengikuti ujian,” ungkapnya.
Prof. Didi menyebut indikator “100 Poin Kegiatan” diperoleh melalui berbagai aktivitas akademik dan nonakademik, seperti partisipasi dalam kompetisi ilmiah, seminar nasional dan internasional, publikasi ilmiah, prestasi olahraga, hingga kegiatan pengembangan diri lainnya. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi UPI dalam membentuk lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja.
“Poin-poin itu pula nanti kita harapkan membentuk sub-skill mereka, sehingga nanti ketika lulus mampu beradaptasi. Jadi apapun prodi (program studi)-nya, jurusannya, yang penting mereka bisa beradaptasi dan belajar ilmu-ilmu baru, sehingga bisa sukses di manapun mereka berada,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Universitas Pendidikan Indonesia mewisuda 1.793 orang yang berasal dari seluruh jenjang perguruan tinggi. Berdasarkan data akademik universitas, jumlah lulusan terdiri atas 154 lulusan program doktor, 335 magister, 1.292 sarjana, dan 12 diploma empat.



























