Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Ekonomi · 15 Feb 2023 20:03 WIB

Otentik Buatan Tangan! Bakmie Parahyangan Goyang Lidah Pecinta Kuliner


					Otentik Buatan Tangan! Bakmie Parahyangan Goyang Lidah Pecinta Kuliner Perbesar

BANDUNG (Pajajaran Ekspres) — Di era serba cepat, banyak pengusaha kuliner yang memilih untuk menggunakan bahan-bahan instan dalam produknya.

Namun, bagi owner Bakmie Parahyangan Sukajadi, Surya Wijaya, bahan alami, lokal, dan diolah langsung dengan tangan masih menjadi pilihan utama untuk produknya.

“Kita membuat mi sendiri dengan tangan atau hand made. Jadi bisa terjamin kualitasnya. Selain itu, bahan baku yang digunakan juga semuanya lokal dan kita beli di pasar sekitar sini,” ungkap Surya.

Selama itu pula bahan terbaik disajikan untuk Bakmie Parahyangan. Meski Bakmie Parahyangan merupakan cabang dari bakmie yang ada di Jalan Dalem Kaum, tapi cita rasanya tetap terjaga.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Apresiasi Sumedang Turunkan Stunting Berbasis Digital

“Kita kerja sama dengan Bakmie Parahyangan yang di Jalan Dalem Kaum. Kita juga sudah buka di rest area KM 97. Ini sudah berjalan 10 tahun,” ujarnya.

Selain mi, menu andalan lainnya ada nasi goreng, capcay, ayam bawang, steak, fuyunghai, dan bakso.

Berada di Jalan Sukajadi No. 211, karyawan di sana tidak lebih dari 10 orang. Tujuannya agar lebih efisien dan efektif saja.

“Namun, semua disesuaikan juga dengan lokasi masing-masing. Kalau yang di Jalan Dalem Kaum itu jumlahnya beda lagi. Di rest area KM 97 juga jumlah karyawannya berbeda,” katanya.

Baca Juga :  Jasa Raharja dan P3D Wilayah Ciamis Hadir dalam Kegiatan IMI Kabupaten Ciamis: Ramadhan Crazy Ride 2025 & Santunan Anak Yatim serta Pelayanan Publik

Mereka juga kerap menambahkan menu baru. Misalnya dari mi, dibuat variasi mi hot plate. Olahan ikan pun dibuat variasi lainnya. Tidak lupa juga dengan olahan petai.

“Sebetulnya isinya macam-macam. Tapi memang trennya bakmie. Untuk rapat atau ulang tahun biasanya kita kerap memberi potongan harga. Tempat ini juga nyaman untuk digunakan kumpul-kumpul,” tuturnya.

Untuk harga, relatif sama dengan yang lainnya. Cukup terjangkau dan umum. Meski begitu, untuk kualitasnya tetap mereka jaga.

Artikel ini telah dibaca 156 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Era Kerja Hybrid Dimulai, Point Lab Tangkap Peluang Ekspansi di Jakarta dan Bandung Menyambut Era Kerja Hybrid Nasional: Respons atas Kebijakan WFH bagi ASN, Swasta, BUMN, dan BUMD

20 April 2026 - 18:57 WIB

Sebagai Bentuk Apresiasi,  Jasa Raharja Cabang Cirebon Gencarkan Gebyar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak

20 April 2026 - 06:59 WIB

Gebyar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak, Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Tepat Waktu

17 April 2026 - 11:44 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385, KDS Jadikan Bedas Expo Jadi Penggerak Ekonomi di Tengah Bencana

17 April 2026 - 10:49 WIB

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

17 April 2026 - 07:54 WIB

Jasa raharja karawang berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Kepada Penumpang dan Awak Kendaraan Umum di Terminal Tipe A Klari Kabupaten Karawang

17 April 2026 - 07:51 WIB

Trending di Berita Daerah