Meski demikian, pihaknya tetap akan melibatkan DPRD Jabar untuk melakukan pengawasan, supaya tidak terjadi kesalahan serupa.
“Dengan DPRD kami koordinasi agar kami lebih dipantau juga,” terangnya.
Plh Kepala Dinas Pendidikan Jabar Bambang Tirtoyuliono melanjutkan, jalur afirmasi lanjutan yang seharusnya dibuka pada akhir tahun dipastikan ditunda.
Sebab dari segi waktu sudah tidak memungkinkan, untuk dibuka pendaftaran baru.
“Untuk afirmasi 2024 (ditunda) ini karena waktu, kelihatannya karena waktu dan mekanismenya cukup panjang tahapannya sehingga ditunda,” ungkapnya.
Kendati begitu, pihaknya tetap akan melakukan persiapan untuk pembukaan JFLS 2025. Termasuk terkait transparansi penerimaan beasiswa program tersebut.
“Sambil berproses, diaudit teman-teman Inspektorat yang 2025 tetap berjalan tapi tentunya setiap tahapan proses akan lebih transparan,” kata dia.
Sebelumnya, Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat Eni Rohyani mengklaim telah mengantongi sejumlah rekomendasi, hasil penelusuran mendalam terkait program tersebut.
Eni mengatakan, secepatnya Inspektorat Jabar akan menghadap Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin, untuk ditindaklanjuti akan hasil temuan tersebut.
“Ini masih asumsi kami. Harus dilaporkan ke Pak Gubernur. Nanti itu (menunggu) persetujuan Pak Gubernur. Kalau kami hanya menyampaikan rekomendasi, berdasarkan kepentingan dan asumsi,” ujar Eni saat dihubungi.
“Ini sifatnya rahasia, tapi nanti pasti Pak Gubernur (ungkapkan), kalau misalnya sudah jelas keputusannya, karena ini menyangkut hal besar,” imbuhnya.
Eni memastikan, keputusan terkait masa depan program JFLS, baik penerima beasiswa di angkatan 2024 maupun 2025, akan ditentukan dalam waktu dekat.


























