“Ini kan masih ada JFLS afirmasi (sedang berjalan) juga ya, 2024. Kemudian yang 2025 itu yang akan disampaikan untuk mendapat persetujuan (berlanjut atau tidak),” ucapnya.
Dia menambahkan, Pemprov Jabar akan mengumumkan terkait hasil penelusuran JFLS, baik penerima beasiswa yang akan dicoret maupun keberlanjutan program yang digagas Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum tersebut.
“Yang kita kaji itu programnya, bukan cuma orangnya. Seperti itu,” terangnya.
Banyak dugaan kecurangan yang terjadi dalam program JFLS 2024, antaranya perguruan tinggi yang menjadi rekanan tidak jelas, panitia JFLS tidak pernah memberi laporan berita acara rekrutmen, proses rekrutmen tidak transparan.
Kemudian pada JFLS 2024, dari 46 ribu pendaftar hanya 400 orang yang lolos. Dimana hasilnya tidak pernah diumumkan, dengan dalih meredam konflik.


























