Menu

Mode Gelap
12.519 Mahasiswa Baru UPI Ikuti MOKA-KU 2025 Kedai 181! Nikmati Bakmi hingga Ayam Tangkap Khas Aceh dengan Cita Rasa Autentik SBM ITB Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing: Campus for Impact ICMEM SBM ITB 2025: Membangun Keberlanjutan Industri di Indonesia Vera Deliana Rahayu: Anak Muda Harus Berani Inovasi di Industri Teh Lokal

Bandung · 22 Agu 2025 19:34 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Universitas Tidak Lagi Lakukan Penerimaan Mahasiswa Kedokteran Berdasarkan Uang


					Dedi Mulyadi Dorong Universitas Tidak Lagi Lakukan Penerimaan Mahasiswa Kedokteran Berdasarkan Uang Perbesar

Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap, penerimaan mahasiswa kedokteran oleh universitas tidak lagi berdasarkan faktor uang semata.

Ini dikatakan Dedi usai menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk Pencegahan Perundungan, Gratifikasi, Korupsi dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Lingkungan Fasilitas Layanan Kesehatan di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jumat 22 Agustus 2025.

Dedi mengatakan, rekrutmen mahasiswa kedokteran harus sesuai standar. Yakni kecerdasan akademis dan emosional. Sebab menurutnya, seleksi dokter sama dengan ketika akan masuk ke akademi kepolisian maupun militer.

Baca Juga :  SBM ITB Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing: Campus for Impact

“Jadi sangat berbeda, karena dia itu memiliki peran dan fungsi berhubungan dengan layanan dan nyawa manusia. Keputusan-keputusannya itu menentukan hidup dan matinya manusia. Jadi tidak boleh lagi rekrutmen calon mahasiswa itu hanya didasarkan pada kemampuan ekonomi orang tuanya,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah dapat menyekolahkan dokter yang telah mengabdi lama baik di rumah sakit pemerintah, Puskesmas maupun di daerah terpencil menjadi dokter spesialis.

“Kemudian harapan saya, selama menjadi dokter spesialis itu dia tetap bertugas menjalankan waktu sebagai dokter, kan sama dengan kita S2. Kita S2 kan tidak meninggalkan pekerjaan kita. Nah ini yang harus dilakukan agar apa? Agar mata rantai ekonominya tidak terputus,” ucapnya.

Baca Juga :  Siap-siap, Bersama Kabupaten/Kota, Pemprov Jabar Bakal Kirimkan Anak Nakal Ikut Wajib Militer

Sisi lain, Dedi juga mendorong supaya jangan selalu membiasakan menyelesaikan masalah kesehatan dengan obat dan teknologi.

“Tetapi juga cakupan dalam upaya melakukan pencegahan. Maka ilmu kesehatan itu ilmu hulu, bukan ilmu hilir. Karena ilmu hulu, maka berbagai problem penyakit itu harus terjaga sejak dini melalui rekomendasi-rekomendasi kesehatan terhadap masyarakat,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dorong Transportasi Publik yang Berkeselamatan, Jasa Raharja Lakukan Kunjungan Kerja ke Perum DAMRI Station Kemayoran

18 Februari 2026 - 08:23 WIB

Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Jasa Raharja siapkan kuota untuk 23.500 Pemudik

18 Februari 2026 - 08:18 WIB

Operasi Gabungan Samsat Kabupaten Sukabumi I Cibadak  Dorong Kesadaran Pajak Kendaraan

18 Februari 2026 - 04:36 WIB

Tingkatkan Keselamatan di Tol Cipularang, Jasa Raharja Purwakarta Bersama Jasa Marga dan PJR Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Angkutan Barang

18 Februari 2026 - 04:23 WIB

KSPSI Jabar Gelar Munggahan dan Peringati HUT ke-53, Perkuat Sinergitas dengan Polda Jabar

17 Februari 2026 - 13:26 WIB

Kolaborasi Budaya Safety di Jalan Raya, Jasa Raharja Hadir di Tengah Komunitas Ojol Rawa Buaya, Jakarta

17 Februari 2026 - 04:32 WIB

Trending di Berita Daerah