Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 26 Jun 2024 07:49 WIB

Demo Ojol, Haru: Kita Harus Jadi Penengah


					Demo Ojol, Haru: Kita Harus Jadi Penengah Perbesar

BANDUNG – Aksi unjuk rasa ribuan driver ojek online di Gedung Sate Bandung, yang menuntut penyesuaian tarif, mendapat perhatian besar Anggota DPRD Jawa Barat, Haru Suandharu.

Bagaimana tidak, aksi unjuk rasa yang berlangsung, Selasa (25/6) itu, menitik beratkan tuntutan pada pihak aplikator yang dinilai pengemudi ojek online, tidak menjalankan Keputusan Menteri Perhubungan No.564/2022 tentang batas tarif ojek online sehingga dirasa merugikan para driver dengan memberikan banyak potongan yang tidak tanpa memberikan kompensasi pembayaran bagi driver.

Baca Juga :  Euphoria Kang Haru, Yusuf Bachtiar dan Airlangga Sutjipto Setelah Penantian Juara Persib Selama 10 Tahun

Haru menjelaskan, Pemerintah perlu mengambil langkah kongkret dengan menerbitkan regulasi, sehingga hak hak pengendara ini bisa terpenuhi, termasuk diantaranya penyesuaian tarif yang menjadi pokok persoalan.

“Perlu juga di dorong kepada pemerintah pusat agar ada regulasi untuk melindungi para pekerja dalam hal ini pengendara, agar hak-hak nya bisa dilindungi, termasuk ketaatan aplikator dalam menjalankan penyesuaian tarif seperti yang sudah di atur dalam aturan Permenhub,” ungkapnya. Rabu (26/6/2024).

Baca Juga :  Wujudkan Penyiaran Berkeadilan, Haru: Penting Bagi Pemerataan Penerima Informasi Khususnya Disabilitas

Adapun cara yang bisa dilakukan, dijelaskan Bakal Calon Gubernur Jawa Barat itu, dengan membuat aturan yang menjadikan pengemudi memiliki hubungan industrial dengan pihak aplikator sehingga, pengemudi ojek online ini memiliki daya tawar sehingga posisioning pengemudi tidak lemah.

“Karena sifatnya lepas (pengemudi), perlu dipertimbangkan ada hubungan industrial antara para pengendara dan aplikator. Agar posisi pengendara punya daya tawar. Karena jika hubungannya personal antara pengendara dan aplikator, maka selamanya posisi pengendara akan lemah,”jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Respons Cepat Kasus Perundungan Asrama, Telkom University Tindak Tegas Pelaku

11 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

9 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Gerak Cepat Jasa Raharja dalam Penanganan Santunan Kecelakaan Lalu Lintas di Purwasari, Karawang

9 Oktober 2026 - 07:26 WIB

PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Bersama Tim Pembina Samsat Laksanakan Operasi Khusus ke Kopja Sonya Wahana Cakti Kabupaten Ciamis

9 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Pt Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Laksanakan Rekonsiliasi Dan Verifikasi Invoice Dengan Buku Tarif Bersama Rumah Sakit Di Kabupaten Garut

9 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Jasa Raharja Purwakarta Bersama Satlantas Polres Subang Gelar Safety Campaign dan Aksi Simpatik

9 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Trending di Berita Daerah