Hal tersebut pun tertuang dalam visi-misi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Haru – Dhani untuk mewujudkan Bandung sebagai kota kreatif dunia yang maju, agamis, sejahtera dan berkelanjutan.
Di tempat yang sama, Bakal Calon Wali Kota Bandung, Haru Suandharu, menyebut diskusinya bersama Persatuan Guru Ngaji (PGN) Kota Bandung meminta kepada pemimpin di Bandung kelak bisa melanjutkan program walikota terdahulu.
“Waktu almarhum Mang Oded itu bisa dilanjutkan, misalnya insentif untuk guru ngaji, pembebasan buta huruf Alquran, kemudian salat berjamaah tepat waktu, dan pembinaan untuk para guru ngaji,” kata Kang Haru.
Hematnya, saat ini akhlak para penerus bangsa dalam situasi gawat. Pasalnya fenomena menyimpang menjadi tantangan nyata yang dirasakan para orang tua.
“Kita semua sebagai orang tua tentu khawatir anak-anak ke depannya bagaimana. Justru di satu sisi sangat bergantung kepada guru-guru ngaji, baik itu di sekolah, madrasah maupun masjid.”
“Demikian juga dengan tempat ibadah semua umat beragama. Saya kira semua agama ingin generasi muda kita sehat, berakhlak, beriman kepada Tuhan-Nya,” jelas Haru.
Haru menilai, tantangan orang tua semakin berat dalam mendidik anak-anak di era pesatnya teknologi digital. Sehingga penumbuhan karakter beragama harus terus digencarkan, agar menjadikan anak-anak terdidik secara moral dan agama.
“Ini bukan permintaan, ini kewajiban semua umat beragama. Maka dari itu, misi yang kita bawa mewujudkan SDM agamis, berkarakter agar bisa sejahtera dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kendati demikian, hal tersebut tak bisa dikerjakan oleh satu pihak, yakni pemerintah saja. Pihaknya mendorong keterlibatan Pentahelix untuk sama-sama membawa peradaban yang lebih baik.



























