Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Beranda · 26 Mei 2024 14:36 WIB

Ini Sikap Disnaketrans Jabar, Respon Tutupnya Sejumlah Pabrik


					Ini Sikap Disnaketrans Jabar, Respon Tutupnya Sejumlah Pabrik Perbesar

BANDUNG – Sejumlah langkah telah disiapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, menyikapi tutupnya sejumlah pabrik.

Setelah pabrik BATA, beberapa industri padat karya seperti Hung-A Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Dean Shoes, Beesco di Karawang, Einds Tren Purwakarta, Matindo World Sukabumi, Simone Acessary Bogor dan Wiska Sumedang, dikabarkan turut tutup usaha di Jabar.

Berarti, ada sekitar belasan ribu pekerja yang bakal kehilangan pekerjaannya akibat tutupnya perusahaan tersebut.

Kepala Disnakertrans Jabar Teppy Wawan Dharmawan mengungkapkan, tutupnya sejumlah perusahaan padat karya tersebut akibat situasi global saat ini yang belum baik, akibat perang geopolitik.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Minta Perusahaan dan Serikat Berkolaborasi, Turunkan TPT di May Day 2024

Sehingga diakuinya para perusahaan tersebut sulit untuk bertahan, karena pasar mereka terhenti. Situasi ini juga membuat Pemprov Jabar tidak bisa berbuat banyak, karena sudah menjadi hak perusahaan untuk mengambil keputusan.

“Dalam konteks mediasi, kita (hanya) bisa lakukan itu, mencegah. Jika tidak bisa, terjadi PHK. Maka langkah yang kita lakukan, kewajibannya terpenuhi. Pesangon, pengurusan terhadap BPJS seperti apa,” ujar Teppy pada sela Festival Hubungan Industrial di Apartemen Transit Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu 26 Mei 2024.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Imbau Perusahaan Lakukan WFH Sekali dalam Satu Pekan

Dia berharap, dengan membangun hubungan industrial yang kuat antara perusahaan, pekerjaan dan pemerintah, 23 juta pekerja lainnya dapat bertahan.

Salah satunya adalah dengan membuat nyaman industri, kendati kenaikan upah minimum memberatkan pengusaha. Sehingga harapannya, dengan lingkungan kerja yang kondusif membuat perusahaan tidak beralih ke luar Jabar.

Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur

3 Oktober 2026 - 07:39 WIB

PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera Serahkan Santunan kepada Korban Kecelakaan Kapal KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo

2 Oktober 2026 - 07:34 WIB

PJ Samsat Ciamis Bersama Tim Pembina Samsat Kabupaten Gelar Rapat Persiapan Operasi Gabungan Oktober 2026

2 Oktober 2026 - 07:30 WIB

PJ Samsat Induk Sukaraja Laksanakan Rekonsiliasi Penerimaan Bulan September 2026 Bersama Kepala P3D Wilayah Kabupaten Tasikmalaya

2 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Jasa Raharja Bogor Sinergitas Optimalisasi Penelusuran KTMDU dan KBMDU melalui Rapat Evaluasi Samsat Kota Bogor

2 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak dan Kepatuhan Pembayaran Pajak di Wilayah Kampus Horizon Karawang

1 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Trending di Berita Daerah