Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 26 Mei 2024 14:36 WIB

Ini Sikap Disnaketrans Jabar, Respon Tutupnya Sejumlah Pabrik


					Ini Sikap Disnaketrans Jabar, Respon Tutupnya Sejumlah Pabrik Perbesar

BANDUNG – Sejumlah langkah telah disiapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, menyikapi tutupnya sejumlah pabrik.

Setelah pabrik BATA, beberapa industri padat karya seperti Hung-A Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Dean Shoes, Beesco di Karawang, Einds Tren Purwakarta, Matindo World Sukabumi, Simone Acessary Bogor dan Wiska Sumedang, dikabarkan turut tutup usaha di Jabar.

Berarti, ada sekitar belasan ribu pekerja yang bakal kehilangan pekerjaannya akibat tutupnya perusahaan tersebut.

Kepala Disnakertrans Jabar Teppy Wawan Dharmawan mengungkapkan, tutupnya sejumlah perusahaan padat karya tersebut akibat situasi global saat ini yang belum baik, akibat perang geopolitik.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Genjot Hubungan Industrial, Upaya Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka

Sehingga diakuinya para perusahaan tersebut sulit untuk bertahan, karena pasar mereka terhenti. Situasi ini juga membuat Pemprov Jabar tidak bisa berbuat banyak, karena sudah menjadi hak perusahaan untuk mengambil keputusan.

“Dalam konteks mediasi, kita (hanya) bisa lakukan itu, mencegah. Jika tidak bisa, terjadi PHK. Maka langkah yang kita lakukan, kewajibannya terpenuhi. Pesangon, pengurusan terhadap BPJS seperti apa,” ujar Teppy pada sela Festival Hubungan Industrial di Apartemen Transit Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu 26 Mei 2024.

Baca Juga :  Disnakertrans Jabar Apresiasi Semangat Apindo dan Serikat Pekerja, Cari Solusi Turunkan TPT

Dia berharap, dengan membangun hubungan industrial yang kuat antara perusahaan, pekerjaan dan pemerintah, 23 juta pekerja lainnya dapat bertahan.

Salah satunya adalah dengan membuat nyaman industri, kendati kenaikan upah minimum memberatkan pengusaha. Sehingga harapannya, dengan lingkungan kerja yang kondusif membuat perusahaan tidak beralih ke luar Jabar.

Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Sukabumi dan Satlantas Polres Sukabumi Kota Ajak Karyawan PT SCG Jadikan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Budaya

21 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Audiensi dengan Bupati Kab Kuningan

21 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Rapat Koordinasi FLLAJ Kota Bandung dalam Percepatan Penanganan Darurat dan Perlindungan Penumpang Angkutan Jalan

20 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Guru Pelopor Keselamatan: Penguatan Peran Pendidik dalam Safety Campaign SMK Bani Muchtar Rancaekek

20 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Perkuat Sinergi Keselamatan Transportasi, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Tingkatkan Sinergi dengan Organda Di Wilayah Cabang Cirebon

20 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Lakukan Penelusuran Wajib Pajak untuk Optimalisasi PKB dan SWDKLLJ

20 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Trending di Berita Daerah