Pameran TAA tersebut direncanakan akan menampilkan simulasi dan visualisasi analisis kecelakaan berbasis teknologi digital yang menggambarkan faktor penyebab kecelakaan, mulai dari pelanggaran lalu lintas, kecepatan kendaraan, hingga penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara.
Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan PT Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat, Muchtar Wahyudi, menegaskan bahwa komunitas ojek online merupakan salah satu kelompok pengguna jalan dengan tingkat mobilitas dan risiko kecelakaan yang cukup tinggi.
Menurutnya, melalui program “Polantas Menyapa”, Jasa Raharja bersama Ditlantas Polda Jabar ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan para mitra pengemudi ojol sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan berkendara dan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
“Jasa Raharja hadir tidak hanya memberikan perlindungan dasar pasca kecelakaan, tetapi juga aktif melakukan upaya pencegahan melalui edukasi keselamatan transportasi. Dalam kegiatan ini kami juga akan memperkenalkan aplikasi JRku, khususnya fitur Lapor Laka, sebagai bentuk kepedulian bersama agar masyarakat lebih tanggap dan peduli terhadap korban kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Program “Polantas Menyapa” sendiri akan menghadirkan sesi dialog interaktif antara jajaran Ditlantas Polda Jabar, Jasa Raharja, dan sekitar 500 perwakilan komunitas ojol dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan mendapatkan edukasi terkait tata tertib berlalu lintas, hak perlindungan dasar korban kecelakaan, prosedur santunan Jasa Raharja, hingga pentingnya menjaga keselamatan diri selama bekerja di jalan raya.

























