Sehingga ia berharap, para ibu hamil penyintas HIV/AIDS minimal mau meminum obat antiretroviral (ARV).
“Kemarin yang kita dapatkan itu, ibunya tidak mau minum obat. Sehingga anaknya tertular,” akunya.
Ia menjelaskan, agar generasi emas 2045 bisa dipersiapkan mulai dari sekarang. Sehingga bisa terhindar dari stunting dan HIV/AIDS. Sebab merekalah yang nantinya akan memimpin bangsa dan menjadi harapan masa depan.
“Hal terpenting sebenarnya agar ibu hamil yang mengidap HIV mau minum obat agar bayinya tidak tertular. Ini merupakan isu yang harus kami terus infokan kepada masyarakat Kota Bandung,” imbuhnya.
Ia menambahkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memberikan rujukan dari bidan kepada para ibu hamil untuk menawarkan tes HIV.
“Kami ingin generasi emas 2045 ini terbebas dari stunting dan HIV. Kami juga terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Bandung mencapai 14 persen,” tuturnya.
Sedangkan Technical Consultant UNAIDS Indonesia, dr. Bagus R. Prabowo menjelaskan, jika bicara mengenai HIV 10 tahun lagi bukan lagi berbicara mengenai negara Afrika, tapi negara di bawahnya yang justru angka prevalensinya rendah salah satunya Indonesia.
“Asia akan jadi the next Afrika karena pengobatannya paling rendah. Berbeda dengan Afrika yang sekarang pengobatannya sedang dikejar. Indonesia saat ini berada di rangking 4 dari bawah,” ungkap Bagus.
Menurutnya, strategi berupa slogan sudah lagi tidak ‘masuk’ untuk generasi sekarang. Strategi yang lebih baik saat ini ia istilahkan dengan menyodorkan ‘wastafelnya’.
“Istilahnya kita lemparkan saja wastafelnya. Kita paparkan apa yang terjadi. Jangan merasa tabu untuk membahas hal tersebut. Apalagi infeksi menular seksual (IMS) di kita itu tinggi di kalangan ibu-ibu karena suaminya ‘jajan’,” jelasnya.

























