Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Kesehatan · 11 Jan 2023 20:18 WIB

Menlu RI: IndoVac Berkontribusi dalam Diplomasi dan Pemulihan Kesehatan Global


					Menlu RI: IndoVac Berkontribusi dalam Diplomasi dan Pemulihan Kesehatan Global Perbesar

BANDUNG — PT Bio Farma dinilai berkontribusi besar dalam diplomasi dan pemulihan kesehatan global. Salah satunya dengan peluncuran vaksin Covid-19 IndoVac.

Hal ini ditegaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi saat memaparkan capaian diplomasi Indonesia tahun 2022 dan prioritas diplomasi tahun 2023 pada Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2023 di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), di Jakarta, Rabu (11/1/2022).

Retno menerangkan, Oktober lalu, Presiden RI Joko Widodo telah meluncurkan IndoVac, vaksin Covid-19 produksi dalam negeri hasil kolaborasi Bio Farma dengan Baylor Collage of Madicine Amerika Serikat. Tidak hanya itu, penguatan dari pencapaian itu juga diperkuat dengan terpilihnya Indonesia sebagai negara penerima teknologi mRNA dari WHO.

Baca Juga :  Jasa Raharja Cabang Cirebon Hadiri Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas Transportasi Berkeselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas

Untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, kata Retno, diplomasi bekerja untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat riset dan produksi vaksin di kawasan Negara Berkembang.

Retno memerinci, selama pandemi, diplomasi kesehatan dijalankan untuk mendukung pemulihan kesehatan nasional dan global. Di antaranya dengan 516.851.745 dosis vaksin telah diperoleh indonesia. “Sebanyak 137 juta dosis diperoleh melalui kerjasama bilateral dan multirateral,” kata Retno.

“Kemudian 412.060.162 telah disuntikan kepada masyarakat Indonesia. Indonesia terus memperjuangkan akses vaksin bagi semua negara, salah satunya dari Gavi Covax,” sambungnya.

Hingga Desember 2022, penyaluran dosis vaksin di 146 negara mencapai 188 miliar dosis. Dari jumlah tersebut, 103 juta dosis di antaranya masuk ke Indonesia.

Baca Juga :  Pemda Sumedang Kembali Salurkan Tenaga Kerja Ahli ke Jepang

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, vaksin IndoVac untuk vaksinasi primer (dosis 1 & 2) untuk usia dewasa (18+) telah mendapatkan use emergency authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 28 September 2022. Saat ini, Bio Farma memulai produksi komersial drug substance (DS) dan drug product (DP). Selain itu, Holding BUMN Farmasi ini sedang mendaftarkan emergency use listing (EUL) ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk dapat diekspor ke berbagai negara khususnya lower middle incomes countries.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI

2 April 2026 - 19:27 WIB

Peringatan World Birt Defect Day Klinik Utama Permata Hati Tingkatkam Pelayanan

3 Maret 2026 - 07:36 WIB

Tim PkM Fakultas Unjani Gelar Skiring Kesehatan

26 Oktober 2025 - 08:55 WIB

Pemprov Jabar Buka Sayembara, Sebar Beasiswa Dokter Spesialis

22 Agustus 2025 - 19:37 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Universitas Tidak Lagi Lakukan Penerimaan Mahasiswa Kedokteran Berdasarkan Uang

22 Agustus 2025 - 19:34 WIB

Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Jadikan KB Syarat Utama untuk Terima Bantuan Pemerintah

28 April 2025 - 19:30 WIB

Trending di Bandung