Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 15 Sep 2024 13:45 WIB

Momentum Maulid Nabi, Haru: Teladani Sifat Rasul Merupakan Kunci Segalanya


					Momentum Maulid Nabi, Haru: Teladani Sifat Rasul Merupakan Kunci Segalanya Perbesar

“Kita bisa belajar dari bali, Provinsi Bali mereka itu daerah wisata, kurang gimana disana, banyak turis asing datang kesana, tapi apa orang Bali berubah? Dia tetap dengan agamanya, dia tetap dengan budayanya, kita boleh belajar dari Bali,”katanya.

“Atau kita juga bisa belajar dari Qatar, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan piala dunia 2022, seberapa ketatnya aturan disana Ketika menggelar piala dunia? Apa boleh minum minuman keras di sembarang tempat? Kan gak boleh. Bahkan hingga busana yang di gunakan di tempat publik pun di atur, keren kan, apa turisnya berkurang? Kan tidak. Jadi saya kira gak usah mengorbankan jati diri, prinsip, bahkan agama, Ketika kita hendak masuk ke era industri pariwisata dunia. Bukan justru menggadaikannya,”imbuhnya.

Baca Juga :  Jiwa Patriotisme dan Nasionalisme Lambat Laun Terkikis, Haru: Perlu Transformasi

Bakal Calon Walikota Bandung, Haru Suandharu pun menjelaskan, jika kebudayaan, keramahan, jatidiri, tradisi dan identitas bangsa yang dimiliki masyarakat Kota Bandung itu sangat memiliki daya pikat yang kuat untuk menarik wisatawan berkunjung, menjelajahi, dan mempelajarinya.

Baca Juga :  KDRT Masih Merajalela, HD Siapkan Program Bantuan Hukum

“Sekarang kita lihat Saudi arabia, sekarang tempat jejak jejak rasul di perbaiki, dulu sempat terlantar sekarang di perbaiki, jadi tempat wisata, apa boleh Perempuan kesana tidak menggunakan kerudung? Tidak boleh, tetap harus berbusana muslim tertutup aurat. Tapi apa wisatawannya berkurang? Tidak kan, artinya jati diri, kebudayaan dan prinsip sebuah daerah itu memiliki daya pikat tersendiri bagi wisatawan jadi gak perlu khawatir untuk hal hal seperti itu,”pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Karawang Melaksanakan Pendataan Kendaraan Bersama Mitra Terkait

3 April 2026 - 08:55 WIB

DPRD Jabar Soroti Kinerja Pemprov dari LKPJ 2025

2 April 2026 - 20:30 WIB

Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI

2 April 2026 - 19:27 WIB

Pemprov Jabar Imbau Perusahaan Lakukan WFH Sekali dalam Satu Pekan

2 April 2026 - 19:19 WIB

Idrus Marham Pastikan, Musda XI Golkar Jabar Jadi Momentum Perkuat Komitmen untuk Rakyat

2 April 2026 - 19:04 WIB

Jasa Raharja Perkuat Program SIGAP Prioritas dan SIGAP Instansi untuk Tingkatkan Pendapatan SWDKLLJ dan Optimalisasi Perlindungan Korban Laka Lantas

2 April 2026 - 09:09 WIB

Trending di Headline