Bagi Dedi, fungsi kontrol dari partai politik adalah bagian dari napas demokrasi yang harus tetap hidup.
“Mengisi ruang kritis di pemerintahan itu kan bagian dari budaya demokrasi karena demokrasi harus ada yang mengkritisi,” ungkap Dedi.
Dedi juga mengakui adanya kedekatan emosional yang kuat dengan keluarga besar PDI Perjuangan, mengingat prinsip-prinsip perjuangan Bung Karno telah lama menjadi landasannya dalam memimpin.
“Dalam konsepsi ini kita jujur saja, apa yang dilakoni oleh PDIP yang menjadi cita-cita besar gagasan Bung Karno itu sebenarnya sudah saya terapkan sejak lama, sehingga memang punya kedekatan emosional yang kuat,” pungkasnya. (*)

























