Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 24 Jul 2024 16:20 WIB

Ramai Anggaran Program Makan Gratis Dipangkas, Haru: Jangan Terprovokasi


					Ramai Anggaran Program Makan Gratis Dipangkas, Haru: Jangan Terprovokasi Perbesar

BANDUNG – Program makan siang bergizi yang menjadi janji kampanye Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Bagaimana tidak, rencana pemangkasan anggaran untuk program tersebut menjadi sorotan utama mengingat dari yang semula di rencanakan Rp. 15.000 per anak di pangkas menjadi Rp. 7500 per anak, sontak saja hal itupun menuai kegaduhan di masyarakat.

Kendati demikian menurut, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu, terlalu dini jika masyarakat sudah terprovokasi padahal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pun belum di lantik.

Baca Juga :  Sejahterakan Pendidikan, Haru Siapkan Program Beasiswa Berkelanjutan

Menurutnya, masyarakat perlu memberikan ruang bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk membangun skema terbaik, sehingga janji kampanye yang dulu di sampaikan bisa di realisasikan.

“Kan pemerintahan baru juga belum ya, jadi saya kira ya kasih ruang dulu aja, kan pemerintahan pak prabowo nya juga belum di lantik juga, jadi ya udah kita tunggu di lantik aja dulu denga DPR RI yang baru, kabinet yang baru, nah baru gimana pertanggung jawaban janji janjinya kepada masyarakat seperti apa, saya kira kalau sekarang masih terlalu dini ya mengomentari itu,”katanya. Rabu (24/7/2024).

Baca Juga :  Gelaran Kita Buka Suara Kembali Digelar, Haru: Anak Muda Jangan Cuma Jadi Follower, Jadilah Pemeran Utama

Lebih lanjut dikatakan Haru, kunci penting yang harus di perhatikan pemerintah yakni keterbukaan, mengingat kepercayaan publik menjadi hal yang sangat penting dalam membangun NKRI.

“Saya kira kalau sudah jadi janji kan harus di penuhi, jadi itu yang beneran baik, memang kalau tidak sanggup ya harus bilang, intinya terbuka lah, dengan masyarakat itu harus terbuka. Pemerintahan itu kan harus good goverment dan trusted,”terangnya.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dekatkan Layanan Digital dan Edukasi Keselamatan, Jasa Raharja Tasikmalaya Sosialisasi Fitur ‘Lapor Laka’ JRku dan Bagikan Buku Saku di Alun-Alun Kota Banjar

23 Juni 2026 - 21:42 WIB

Jasa Raharja Jabar Turut Meriahkan Pameran Pasar Rakyat dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80

22 Juni 2026 - 22:33 WIB

Rangkul Pecinta Otomotif, Jasa Raharja Tasikmalaya Bersama Wali Kota dan Kapolresta Banjar Gelar Talkshow Keselamatan di Alun-Alun

22 Juni 2026 - 21:43 WIB

Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik, Jasa Raharja Sukabumi Proaktif Kunjungan kepada Ahli Waris Korban Laka Lantas

22 Juni 2026 - 21:30 WIB

Jasa Raharja Jabar Berikan Pelatihan Penanganan Kecelakaan dan Sosialisasi Fitur Lapor Laka JRKu Bersama Senkom Mitra Polri Jawa Barat

20 Juni 2026 - 22:25 WIB

Tingkatkan Golden Hour Penyelamatan Korban Kecelakaan, Jasa Raharja dan Tim Pembina Samsat Kota Banjar Gelar Pelatihan PPGD

20 Juni 2026 - 21:36 WIB

Trending di Berita Daerah