Selain itu, Jasa Raharja juga telah berkolaborasi dengan 916 merchant berkaitan dengan peningkatan layanan pajak kendaraan bermotor (PKB), penguatan database kendaraan yang terlibat laka, serta berkolaborasi dengan BUMN dan instansi lain dalam upaya optimalisasi penerimaan sumbangan wajib (SW).
Di bidang pelayanan, kata Rivan, Jasa Raharja juga telah berkolaborasi dan bersatu dengan para stakeholder untuk menyuguhkan pelayanan santunan dan pencegahan kecelakaan dengan fokus socio-engineering. Di antaranya melalui penguatan hukum, melaksanakan Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL), dan pelibatan tenaga pengajar/dosen dalam memberikan pesan keselamatan secara berkala dan berkesinambungan, sebagai salah satu cara membentuk budaya masyarakat yang berkeselamatan di lingkungan pelajar.
“Kita juga telah meluncurkan buku Diagnosis Cedera, Formularium dan Kompendium Medis Nasional Jasa Raharja (DC-FKMN-JR) yang dibentuk oleh tim Medical Advisory Board (MAB). Tentunya ini dapat menjadi petunjuk teknis terhadap implementasi biaya perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menangani korban kecelakaan lalu lintas,” papar Rivan.
Dampak Positif Tranformasi
Salah satu hal yang terus dilakukan Jasa Raharja guna menghadapi berbagai tantangan dan menjaga eksistensi ke depan, adalah dengan mengoptimalkan transformasi komunikasi. “Transformasi komunikasi merupakan sebuah mahakarya yang membawa dampak positif cukup signifikan. Seluruh kegiatan korporasi bersama stakeholder dan seluruh konten safety campaign kita disajikan secara masif melalui berbagai media,” kata Rivan.
Dampak positif tersebut, lanjutnya, dapat dilihat dari sejumlah indikator. Di antaranya capaian skor agenda setting sebesar 17.066.224 dan berada pada peringkat ke- 6 dari seluruh BUMN dan peningkatan kepatuhan wajib pajak dari 39 persen menjadi 54,91 persen di tahun 2023.























