Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Life Style · 1 Apr 2023 04:16 WIB

(Edisi Ramadhan) 5 Upaya Tobat dari Menggosip Orang DI Bulan Suci Ramadhan


					Foto: Ilustrasi Gosip atau Ghibah Perbesar

Foto: Ilustrasi Gosip atau Ghibah

Demikian dijelaskan oleh Syekh Ahmad bin Abdul Aziz Al-Malibari dalam Kitab Fathul Mu’in yang dicetak bersama Hasyiyah I’anatut Thalibin, juz II, halaman 250.  Hadits yang menunjukkan bahwa gosip dapat melebur pahala puasa antara lain:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الْأَكْلِ وَالْشُّرْبِ فَقَطْ؛ الصِّيَامُ مِنَ الْلَّغْوِ وَالْرَّفَثِ. رواه الحاكم

Artinya, “Puasa itu tidak hanya dari makan dan minum. Tapi puasa itu juga dari perkataan kotor (termasuk menggosip) dan perkataan mesum.” (HR Al-Hakim).

مَنْ لَم يَدَعْ قَوْلَ الزُوْرِ والعَمَلَ بِهِ والجَهْلَ فَلَيْسَ للّه حَاجَةٌ فِي أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ. رواه البخاري

Artinya, “Siapa saja yang tidak meninggalkan ucapan yang batil (termasuk menggosip), melakukan kebatilan dan kebodohan, maka tidak ada hajat bagi Allah dalam puasa yang dilakukannya dengan meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Al-Bukhari).

Baca Juga :  Ridwan Kamil: Kabar Baik Warga Kota Bekasi Bakal Punya MRT

Lalu bagaimana cara tobat dari dosa menggosip orang lain yang terlanjur dilakukan seperti yang kadang terjadi di bulan Ramadhan?  Merujuk Syekh Muhammad bin Salim Babashil dalam Kitab Is’adur Rafiq juz II halaman 143-144, cara tobat dari dosa menggosip adalah dengan melakukan empat hal sebagai berikut:   Menyesali gosip yang telah dilakukan.

Segera menghentikan perbuatan menggosip orang saat itu juga. Berketetapan hati atau bertekad bulat tidak akan mengulanginya lagi. Meminta kehalalan atau kerelaan dari orang yang digosip secara langsung. Namun demikian, untuk poin terakhir yaitu keharusan meminta kerelaan orang yang digosip secara langsung, ini bersifat kondisional.

Baca Juga :  Jabar Intens Sempurnakan Pengusulan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional

Yaitu: Dalam kondisi umum, maka pelaku gosip harus menyebutkan secara detail gosipnya dan dengan siapa ia menggosipkannya.  Dalam kondisi khusus bila pengakuan gosip secara detail justru menimbulkan bahaya pada diri pelaku gosip atau orang lain, menambah marah orang yang digosip, dan menimbulkan fitnah-fitnah lainnya, maka pengakuan gosip secara detail justru tidak boleh dilakukan.

Artikel ini telah dibaca 284 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Diskusi dengan Forum Wartawan Perhubungan, Muhammad Awaluddin Paparkan Transformasi Peran Jasa Raharja

29 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Operasi Gabungan Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Hari Ke 2 Di Kabupaten Karawang

29 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Operasi Gabungan Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Hari Ke 1 Di Kabupaten Karawang

29 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

28 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Jasa Raharja Perkuat Integritas dan Kepedulian dalam Pelayanan

28 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi Hadapi Nataru 2026/2027

27 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Trending di Berita Daerah