Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 31 Agu 2024 00:21 WIB

Temu Relawan, Syaikhu: Ekonomi, Pertanian Hingga Transportasi Yang Banyak Dikeluhkan


					Temu Relawan, Syaikhu: Ekonomi, Pertanian Hingga Transportasi Yang Banyak Dikeluhkan Perbesar

BANDUNG – Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu menggelar temu jaringan – relawan dari berbagai daerah, untuk berjuang bersama-sama menangkan pasangan ASIH (Ahmad Syaikhu Ilham Habibie) pada kontestasi Pilgub mendatang.

Bertempat di DPW PKS Jawa Barat, Jumat Malam, (30/08/2024), Syaikhu bersama relawan membahas strategi pemenangan dengan menyerap aspirasi-aspirasi yang hingga kini masih dirasa belum tuntas di Jawa Barat.

“Hari ini kita mengumpulkan jaringan, relawan-relawan yang selama ini berjuang bersama PKS. Mereka menyepakati untuk di Pilkada ini, mereka akan berjuang bersama untuk menangkan pasangan ASIH,” ucap Syaikhu.

Baca Juga :  Budaya Sunda Jadi Role Model KPU Jawa Barat, Sukseskan Pilgub 2024

“Yang banyak dikeluhkan adalah terkait dengan kondisi ekonomi. Banyak industri disini tapi kok masih banyak pengangguran,” tambah Syaikhu.

Selain kondisi ekonomi yang labil seperti tingginya harga bahan pokok, mahalnya biaya pendidikan, serta mahalnya fasilitas kesehatan, Syaikhu juga menyinggung akan kesejahteraan para petani yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera.

“Kemudian di sektor pertanian, kita melihat banyak para petani di Jawa Barat ini. Namun pada saat musim tanam, sulit sekali mendapat pupuk. Dan saat panen harganya murah,” tegasnya.

Baca Juga :  Harapan Pelestari Budaya Bagi Kepala Daerah Mendatang

Syaikhu juga mengungkapkan perihal tranportasi di Jawa Barat, yang dinilai belum terintegrasi. Menurut hematnya, ditengah infrastruktur di Jawa Barat yang memadai, ditambah transportasi publik yang terintegritas, akan dapat mengakomodir masyarakat banyak, sehingga kemacetan dapat terurai.

“Dalam transportasi yang tidak terintegrasi, masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Akhirnya justru banyak menimbulkan kemacetan yang justru tidak menyelesaikan permasalahan. Untuk kedepan, yang perlu diwujudkan adalah transportasi yang terintegrasi,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Bahas Keselamatan Berlalu Lintas dan Titik Blackspot di Kecamatan Cibadak – Parungkuda

22 Mei 2026 - 22:48 WIB

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat, Tim Pembina Samsat Kota Depok Gelar Sosialisasi Pajak Daerah di Kecamatan Sukmajaya Depok

22 Mei 2026 - 22:40 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Glorifikasikan Gebyar Kepatuhan Wajib Pajak dalam Kegiatan Shaping Future Fun Run

22 Mei 2026 - 22:36 WIB

Jasa Raharja Gelar Pelatihan PPGD bagi Masyarakat Wilayah Pantura Subang

22 Mei 2026 - 22:30 WIB

Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025

22 Mei 2026 - 19:56 WIB

Jasa Raharja Cabang Bandung Gandeng Kampus Universitas Widyatama Bandung Glorifikasikan Fitur Lapor Laka pada Platform JRku

21 Mei 2026 - 22:43 WIB

Trending di Berita Daerah