Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Headline · 7 Jul 2026 19:58 WIB

Ono Surono: Fatmawati Harus Jadi Inspirasi Perempuan Jawa Barat


					Ono Surono: Fatmawati Harus Jadi Inspirasi Perempuan Jawa Barat Perbesar

BANDUNG – DPD PDI Perjuangan Jawa Barat menggelar rangkaian kegiatan Fatmawati Trofi Regional Jawa Barat sebagai bagian dari agenda nasional yang diinisiasi DPP PDI Perjuangan.

Berbagai kegiatan digelar dalam satu rangkaian, mulai dari bedah buku karya Fatmawati Soekarno, kompetisi desain kebaya dan kerudung bertema Fatmawati, peragaan busana peluncuran komunitas olahraga dan otomotif, hingga pelantikan Wanoja Perjuangan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, mengatakan Jawa Barat mendapat kehormatan menjadi satu regional tersendiri dalam pelaksanaan Fatmawati Trofi karena memiliki potensi besar, khususnya di bidang fesyen dan kreativitas.

“Fatmawati Trofi merupakan agenda nasional DPP PDI Perjuangan yang dibagi ke beberapa regional di seluruh Indonesia. Khusus Jawa Barat, pelaksanaannya berdiri sendiri dan dikemas dalam rangkaian kegiatan yang sarat nilai sejarah serta semangat perjuangan,” ujar Ono.

Rangkaian kegiatan diawali dengan bedah buku “Catatan Kecil Bersama Bung Karno” karya Fatmawati Soekarno.

Menurut Ono, buku tersebut menggambarkan perjalanan hidup Fatmawati sebagai istri Presiden Soekarno, ibu negara, sekaligus perempuan pejuang yang memiliki komitmen besar terhadap bangsa.

“Di dalam buku itu banyak cerita tentang dinamika perjuangan Ibu Fatmawati. Beliau bukan hanya penjahit Bendera Pusaka Merah Putih, tetapi juga sosok perempuan yang menginspirasi dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu.

Baca Juga :  Silaturahmi ke Golkar, PDI Perjuangan Jabar Buka Peluang Koalisi Hadapi Pilkada 2024

Bedah buku menghadirkan putra bungsu Bung Karno, Guruh Soekarnoputra, yang membagikan kisah serta keteladanan sang ibunda kepada para peserta.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, melantik pengurus Wanoja Perjuangan tingkat Provinsi Jawa Barat beserta pengurus dari 27 kabupaten/kota.

Ono berharap organisasi tersebut segera melakukan konsolidasi dan aktif hadir di tengah masyarakat, terutama dalam mendampingi persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta perlindungan perempuan dan anak.

“Wanoja Perjuangan diharapkan segera bergerak di tengah masyarakat. Saat ini masih banyak persoalan rakyat yang membutuhkan pendampingan,” ucapnya.

Tak hanya itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat juga meluncurkan Banteng Jabar FC yang akan berlaga pada Liga Kampung Soekarno Cup U-17 di Surabaya, serta komunitas Banteng Riders sebagai wadah para pecinta sepeda motor.

Ono menegaskan seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Fatmawati Soekarno.

“Kami ingin sejarah tidak dilupakan. Sosok Ibu Fatmawati sebagai perempuan, istri, ibu, sekaligus pejuang harus menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan di Jawa Barat. Semangat gotong royong juga harus terus digelorakan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan rakyat,” tegasnya.

Baca Juga :  Ono Surono Tegaskan PDI Perjuangan Siap Kawal Visi Jabar Istimewa Dedi Mulyadi

Sementara itu, Bintang Puspayoga mengatakan puncak peringatan Hari Nasional Fatmawati Trofi akan digelar pada Oktober 2026.

Menurutnya, Bandung dipilih sebagai lokasi regional Jawa Barat karena memiliki jejak sejarah yang kuat dalam perjalanan bangsa, mulai dari lahirnya Marhaenisme, berdirinya PNI, Kongres Perempuan 1938, hingga Konferensi Asia Afrika 1955.

“Fatmawati Trofi bukan sekadar kompetisi, tetapi simbol kepeloporan, keberanian, dan kepemimpinan perempuan Indonesia. Perempuan bukan pelengkap sejarah, melainkan arsitek peradaban yang harus menjadi subjek pembangunan bangsa,” ujar Bintang.

Ketua Wanoja Perjuangan Jawa Barat, Setyowati Anggraini Saputro, menambahkan kompetisi desain kebaya dan kerudung bukan sekadar ajang fesyen, melainkan upaya menerjemahkan semangat perjuangan Fatmawati ke dalam karya kreatif.

“Yang dinilai bukan hanya desain pakaiannya, tetapi bagaimana peserta mampu menghadirkan spirit perjuangan, kesabaran, dan keteladanan Ibu Fatmawati selama mendampingi Bung Karno,” katanya.

Ia juga menegaskan pelantikan Wanoja Perjuangan menjadi momentum memperkuat peran perempuan kader PDI Perjuangan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Perempuan tidak hanya berperan di dalam rumah, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, bergotong royong, dan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pelaksanaan Survei CX100 di PT Jasa Raharja Cabang Bandung

4 Juli 2026 - 15:54 WIB

Jasa Raharja Bersama McDonald’s Bandung Berikan Promo bagi Wajib Pajak Taat sebagai Bentuk Apresiasi

3 Juli 2026 - 15:48 WIB

Railfans Cianjur Ajak Jasa Raharja Sukabumi, PT KAI, Polres Cianjur dan Dinas Perhubungan Kab Cianjur, Sosialisasi Perkuat Budaya Keselamatan di Perlintasan Sebidang

2 Juli 2026 - 15:33 WIB

Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat Santuni Ahli Waris Kecelakaan di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung

2 Juli 2026 - 15:26 WIB

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, Jasa Raharja Tasikmalaya Hadiri Pisah Sambut Kepala P3D Wilayah Kota Tasikmalaya

2 Juli 2026 - 09:06 WIB

Sinergi Forum Komunikasi Lalu Lintas dalam Upaya Penanganan Titik Rawan Kecelakaan di Kabupaten Karawang

1 Juli 2026 - 20:38 WIB

Trending di Berita Daerah