Sementara Ketua Pelaksana Market Day Amara Khumairah Laitupa mengaku senang dengan adanya program P5 seperti ini, sebab dirinya bersama siswa lain berkesempatan merasakan bagaimana memulai wirausaha.
“Bangga, karena teman-teman antusias. Niat nyiapinnya, sampai pulang malam. Aku harap market day ini dapat jadi potensi untuk berkembang semakin kreatif,” ucapnya.
Amara melanjutkan, dia bersama delapan siswa lain yang berada dalam satu kelompok, berjualan pisang nugget. Dimana diakuinya dalam perjalanannya, tidak mudah untuk menjadi pelaku usaha.
“Awalnya mau brownies, tapi gagal. Akhirnya kami pisang nugget, karena bahan bakunya lebih mudah dicari. Persiapan sekitar satu bulan untuk market day ini,” ungkapnya.
Program P5 dalam kurikulum merdeka merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu, dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Proyek ini dilakukan untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar pancasila.
Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, P5 adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi. Juga sebagai upaya mewujudkan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.
Penerapan P5 ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan. Artinya, para pelajar diajak untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.
Dengan kata lain, pelajar diberi kesempatan untuk ‘mengalami pengetahuan’. Sebagaimana ditegaskan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa anak-anak mesti didekatkan hidupnya kepada kehidupan rakyat agar mereka tidak hanya memiliki pengetahuan saja, tapi bisa mengalaminya sendiri.

























