Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 28 Sep 2024 16:21 WIB

Daun Kelor: Makanan Super Kaya Nutrisi untuk Kesehatan yang Optimal


					Daun Kelor: Makanan Super Kaya Nutrisi untuk Kesehatan yang Optimal Perbesar

BANDUNG – Indonesia Emas 2045 merupakan sebuah keniscayaan, syaratnya asal sumber daya manusia (SDM) tidak gagal tumbuh.

Sebagai bentuk dukungan menggapai Indonesia Emas 2045, dr Theresia Monica Rahardjo atau kerap disapa Dok Mo tak habis-habisnya menggencarkan sosialisasi manfaat daun kelor, untuk mengatasi prevalensi stunting atau gagal tumbuh.

Sebab stunting merupakan ancaman besar bagi bangsa mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dok Mo mengatakan, sejatinya pemerintah dan masyarakat tidak perlu repot mengatasi stunting. Solusi paling sederhana dan hemat adalah, membudidayakan pohon kelor secara massif.

Baca Juga :  Kesira Gerindra Kolaborasi dengan Sahabat Bang Dasco Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Zero Stunting Menjadi Misi Utama

Tumbuhan tropis bernama latin Moringa Oleifera ini kata Dok Mo, memiliki banyak sekali manfaat, khususnya mengatasi stunting. Tidak hanya untuk mencegah, tetapi juga mengobati prevalensi stunting tersebut.

Maka dari itu, Dok Mo berharap pemerintah dan masyarakat dapat saling bersinergi, bagaimana memassifkan pohon kelor sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Supaya bukan hanya menghapus stunting, juga memastikan kebutuhan nutrisi terjaga.

“Semua dari pohon kelor dapat dimanfaatkan. Paling banyak dan bagus komposisi nutrisinya, adalah daun kelor. Berdasarkan penelitian, daun kelor dapat digunakan untuk membantu mengatasi kondisi stunting dan juga untuk sumber nutrisi,” ujar Dok Mo di kediamannya, Jalan Mekarsari, Kota Bandung, Sabtu 28 September 2024.

Baca Juga :  Kesira Gerindra Kolaborasi dengan Sahabat Bang Dasco Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Zero Stunting Menjadi Misi Utama

Tidak hanya stunting, dari hasil penelitian lanjut Dok Mo, daun kelor juga bisa menjadi suplemen anti kanker dan anti inflamasi.

“Jadi manfaat daun kelor sangat luar biasa,” ucapnya.

Hebatnya lagi kata dia, pengembangbiakan daun kelor sangat mudah dan tidak butuh banyak usaha. Selain mudah ditanam, juga cocok dengan iklim Indonesia yang tropis.

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Umroh-Haji Makin Mudah, Rubi Tour Buka di Gading Tutuka

26 Juli 2026 - 18:39 WIB

1.404 Praja IPDN Diwisuda, Mendagri: Banyak Kepala Daerah Berebut Lulusan

26 Juli 2026 - 18:21 WIB

Jasa Raharja Bersama Tim Pembina Samsat Gelar Operasi Gabungan Pemeriksaan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor

26 Juli 2026 - 07:52 WIB

PT Jasa Raharja (Persero) Kanwil Utama Jawa Barat Salurkan Santunan Rp179,62 Miliar pada Semester I 2026

24 Juli 2026 - 08:10 WIB

Jasa Raharja Perkuat Ekosistem Pelayanan melalui Sinergi dengan Pemprov dan Polda Jambi

24 Juli 2026 - 08:02 WIB

Jasa Raharja dan RS Rayhan Gelar Pelatihan PPGD bagi Relawan Ambulans dan Perangkat Wilayah Cipeundeuy

24 Juli 2026 - 07:58 WIB

Trending di Berita Daerah