Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Religi · 23 Mar 2023 11:24 WIB

(Edisi Ramadhan) Renungan Sabar Di Bulan Suci Ramadhan


					Foto- Ilustrasi (Istimewa) Perbesar

Foto- Ilustrasi (Istimewa)

Ketika lapar meremas perut; ketika haus mengganggu kerongkongan, dan ketika nafsu membangkitkan gairah, kita disuruh bertahan. Menghindar dari segala keinginan dan hasrat. Dan lagi, kesabaran, tanpa kita sadari telah hadir dalam diri kita.   Artinya, puasa dapat meningkatkan kesabaran kita, dan menyadarkan kita akan potensi sabar yang kita miliki.

Bahkan, menurut Imam Mujahid, kata “ash-shabr” dalam surah al-Baqarah: 153 adalah puasa. Ia mengatakan, “ash-shabru hunâsh shaum” (sabar di sini adalah puasa).

Sayyid Abdul Aziz al-Darani menulis dalam kitabnya:

وقال مجاهد: الصبر هنا الصوم. فمعناه استعينوا بالصوم والصلاة علي نيل ما ترجون ودفع ما تخافون

Baca Juga :  Lewat Pasar Kreatif, 46 Produk UMKM Mejeng di Hotel Bintang 5

“Imam Mujahid berkata: ‘ash-shabr’ di sini adalah puasa. Maka maknanya adalah, ‘minta pertolonganlah kalian dengan puasa dan shalat agar kalian dapat memperoleh apa yang kalian harapkan dan terhindar dari apa yang kalian takuti.” (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, 2003, h. 150).

Di satu sisi kita harus bersabar melakukan sesuatu yang tidak kita senangi dan menahan diri dari sesuatu yang kita hasrati. Di sisi lain, puasa dapat mengantarkan diri kita untuk mendapatkan apa yang kita harapkan dan menghindarkan dari apa yang kita takuti.   Dua hal tersebut seakan bertentangan, padahal tidak. Keduanya adalah proses yang saling melengkapi.

Baca Juga :  Sekda: Pemkot Bandung Akan Bantu Jaga Masjid Raya Al Jabbar

Penjelasannya begini, tahap awal adalah perilaku aktif kita, yaitu kita berjuang dan berusaha melatih diri kita untuk bersabar dan menahan diri. Kemudian, ketika kita sedang berproses dan mengamalkannya secara sungguh-sungguh, kita akan mendapatkan hasil yang sebenarnya kita harapkan dalam pelatihan kita. Sebab, tidak ada pelatihan atau pendidikan yang tidak menuju kepada sesuatu. Misalnya dalam belajar.

Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi Hadapi Nataru 2026/2027

27 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Perkuat Kolaborasi Sektor Transportasi, Jasa Raharja Bogor Hadiri Forum Diskusi Organda Kabupaten Bogor

27 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Jasa Raharja Jawa Barat Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lalu Lintas Tertib, Aman dan Berkeselamatan

26 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Dukung Operasi Patuh Lodaya 2026, Jasa Raharja Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan

26 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Jasa Raharja dan P3D Hadirkan Samsat Keliling di CFD Cilembang

25 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights

25 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Trending di Berita Daerah