Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Religi · 23 Mar 2023 11:24 WIB

(Edisi Ramadhan) Renungan Sabar Di Bulan Suci Ramadhan


					Foto- Ilustrasi (Istimewa) Perbesar

Foto- Ilustrasi (Istimewa)

Tujuan kita belajar adalah untuk menambah pengetahuan dan menjauh dari kebodohan.   Meminta pertolongan atau “isti’ânah” merupakan bentuk deklarasi kemakhlukan kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Bahwa kita adalah hamba yang tidak mungkin mampu bergerak, bernapas, berkedip, berjalan, berdiri, dan “ber-ber” lainnya tanpa izin-Nya.

Kita sangat lemah, hingga membutuhkan pertolongan-Nya, baik ketika memenuhi kebutuhan sehari-hari kita, maupun ketika berjuang agar tetap berada di jalan-Nya.

Kita tidak mungkin bisa melakukannya sendirian, dengan sok percaya diri bahwa kita mampu menjadi baik tanpa bantuan-Nya. Sekali kita merasa mampu, kita sudah sangat dekat dengan jurang kelalaian.   Jangan sampai kita termasuk dalam orang yang dipanggil Sayyid Abdul Aziz al-Darani dengan sebutan, “yâ râqidan fî ghaflah” (wahai orang yang tidur dalam kelalaian), “yâ qâ’idan ‘ammâ umir” (wahai orang yang duduk [malas-malasan] dari [melakukan] sesuatu yang diperintahkan) (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, 2003, h. 151).

Baca Juga :  Ridwan Kamil pastikan keamanan dan kenyamanan Imlek di Bandung

Jika kita merasakan panggilan tersebut, artinya hati kita masih hidup dan terbuka untuk memperbaiki kesalahan dan kelalaian kita. Namun, jika kita tidak merasakan apa pun, artinya hati kita telah terkunci dan perlu dibuka dengan usaha keras, salah satunya dengan meminta pertolongan (isti’anah).

Baca Juga :  Wagub Jabar Ajak Masyarkat Jaga Kesucian Ramadan

Semua orang pasti pernah lalai, dan pernah merasa malas untuk melakukan apa yang diperintahkan, sebaik apa pun orang tersebut. Karena itu, kita butuh memohon pertolongan, meski di hati kita, kita tidak merasakan ada yang salah sama sekali (tidak menyadari), sehingga perlahan-lahan kita menjadi lebih sadar akan kesalahan dan kelalaian yang menetap di hati kita. Karena isti’anah sendiri adalah pernyataan kehambaan seorang hamba.

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Bahas Keselamatan Berlalu Lintas dan Titik Blackspot di Kecamatan Cibadak – Parungkuda

22 Mei 2026 - 22:48 WIB

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat, Tim Pembina Samsat Kota Depok Gelar Sosialisasi Pajak Daerah di Kecamatan Sukmajaya Depok

22 Mei 2026 - 22:40 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Glorifikasikan Gebyar Kepatuhan Wajib Pajak dalam Kegiatan Shaping Future Fun Run

22 Mei 2026 - 22:36 WIB

Jasa Raharja Gelar Pelatihan PPGD bagi Masyarakat Wilayah Pantura Subang

22 Mei 2026 - 22:30 WIB

Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025

22 Mei 2026 - 19:56 WIB

Jasa Raharja Cabang Bandung Gandeng Kampus Universitas Widyatama Bandung Glorifikasikan Fitur Lapor Laka pada Platform JRku

21 Mei 2026 - 22:43 WIB

Trending di Berita Daerah