Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Religi · 23 Mar 2023 11:24 WIB

(Edisi Ramadhan) Renungan Sabar Di Bulan Suci Ramadhan


					Foto- Ilustrasi (Istimewa) Perbesar

Foto- Ilustrasi (Istimewa)

Tujuan kita belajar adalah untuk menambah pengetahuan dan menjauh dari kebodohan.   Meminta pertolongan atau “isti’ânah” merupakan bentuk deklarasi kemakhlukan kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Bahwa kita adalah hamba yang tidak mungkin mampu bergerak, bernapas, berkedip, berjalan, berdiri, dan “ber-ber” lainnya tanpa izin-Nya.

Kita sangat lemah, hingga membutuhkan pertolongan-Nya, baik ketika memenuhi kebutuhan sehari-hari kita, maupun ketika berjuang agar tetap berada di jalan-Nya.

Kita tidak mungkin bisa melakukannya sendirian, dengan sok percaya diri bahwa kita mampu menjadi baik tanpa bantuan-Nya. Sekali kita merasa mampu, kita sudah sangat dekat dengan jurang kelalaian.   Jangan sampai kita termasuk dalam orang yang dipanggil Sayyid Abdul Aziz al-Darani dengan sebutan, “yâ râqidan fî ghaflah” (wahai orang yang tidur dalam kelalaian), “yâ qâ’idan ‘ammâ umir” (wahai orang yang duduk [malas-malasan] dari [melakukan] sesuatu yang diperintahkan) (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, 2003, h. 151).

Baca Juga :  Menhub Guinea Kunjungi PTDI, Tertarik Pesawat CN235

Jika kita merasakan panggilan tersebut, artinya hati kita masih hidup dan terbuka untuk memperbaiki kesalahan dan kelalaian kita. Namun, jika kita tidak merasakan apa pun, artinya hati kita telah terkunci dan perlu dibuka dengan usaha keras, salah satunya dengan meminta pertolongan (isti’anah).

Baca Juga :  (Edisi Ramadhan) 5 Upaya Tobat dari Menggosip Orang DI Bulan Suci Ramadhan

Semua orang pasti pernah lalai, dan pernah merasa malas untuk melakukan apa yang diperintahkan, sebaik apa pun orang tersebut. Karena itu, kita butuh memohon pertolongan, meski di hati kita, kita tidak merasakan ada yang salah sama sekali (tidak menyadari), sehingga perlahan-lahan kita menjadi lebih sadar akan kesalahan dan kelalaian yang menetap di hati kita. Karena isti’anah sendiri adalah pernyataan kehambaan seorang hamba.

Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi Hadapi Nataru 2026/2027

27 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Perkuat Kolaborasi Sektor Transportasi, Jasa Raharja Bogor Hadiri Forum Diskusi Organda Kabupaten Bogor

27 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Jasa Raharja Jawa Barat Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lalu Lintas Tertib, Aman dan Berkeselamatan

26 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Dukung Operasi Patuh Lodaya 2026, Jasa Raharja Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan

26 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Jasa Raharja dan P3D Hadirkan Samsat Keliling di CFD Cilembang

25 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights

25 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Trending di Berita Daerah