Menu

Mode Gelap
Nahdliyin Muda Usulkan Ridwan Kamil-Ono Surono di Pilgub Jabar 2024 Sekda Herman Suryatman: Operasi Pasar Bersubsidi Tuntas H-4 Lebaran Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan, Perhatikan Aturan Bagasi Penumpang Whoosh Sehari Dilantik, Sekda Herman Suryatman Langsung Rapat secara Maraton Bey Machmudin Harap Kontribusi Bank BJB Semakin Besar dalam Pembangunan Jabar

Berita Nasional · 5 Mar 2023 18:14 WIB

Jokowi Resmikan Sejumlah Infrastruktur Penanganan Banjir di Bandung Selatan


					Jokowi Resmikan Sejumlah Infrastruktur Penanganan Banjir di Bandung Selatan Perbesar

KAB. BANDUNG (Pajajaran Ekspres) — Presiden Joko Widodo meresmikan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Seremoni peresmian infrastruktur berlangsung di Kolam Retensi Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (5/3/2023).

Adapun infrastruktur yang diresmikan yakni Kolam Retensi Andir, Kolam Retensi Cieunteung, Sodetan Cisangkuy, dan Flyover Kopo.

“Sore hari ini kita akan meresmikan yang namanya kolam retensi untuk mengendalikan banjir,” ucap Presiden.

“Semuanya tahu kalau hujan sudah deras, dulu-dulu, di Bandung dan sekitarnya pasti terjadi banjir,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua Pokja PPIA Bandung sebut Bidan Punya Peran Besar Cegah Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Dalam peresmian tersebut, Presiden melaporkan biaya pembangunan infrastruktur tersebut, yakni Sodetan Cisangkuy sebesar Rp632 miliar, Kolam Retensi Cieunteung Rp204 miliar, Kolam Retensi Andir Rp142 miliar, dan Flyover Kopo sebesar Rp288 miliar.

“Totalnya yang telah dibangun Pemerintah Pusat di Kota dan Kabupaten Bandung Rp1,26 triliun,” ucapnya.

Kunjungi Pasar Baleendah

Selain meresmikan sejumlah infrastruktur, Presiden juga mengunjungi Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung. Dalam kunjungan tersebut, Presiden mengecek stok dan harga bahan pokok.

Baca Juga :  Respon cepat Jasa Raharja Garut selesaikan santunan kurang dari 24 jam

Menurut Presiden, stok bahan pokok aman. Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Salah satunya, cabai rawit, cabai merah, dan cabai hijau.

“Memang sulit diselesaikan tapi memang kadang petani harus juga dapat untung, tapi nanti kan bulan berikut sudah turun lagi,” ucapnya.

 

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

BUMDes Arya Kemuning di Kuningan berkembang pesat, serap ratusan tenaga kerja dari warga desa

23 Mei 2024 - 14:51 WIB

CYCLING DE JABAR 2024, Jawa Barat Miliki 42 Titik “Sport Tourism”

23 Mei 2024 - 13:57 WIB

Bey Machmudin Serahkan Keputusan Mendagri Perpanjangan Pj Bupati Bekasi

23 Mei 2024 - 12:46 WIB

BBMC Indonesia Somasi, Siap Pidanakan Oknum yang Masih Gunakan Logo BB1%MC

23 Mei 2024 - 11:52 WIB

Bey Machmudin Ajak Forkopimda Nonton Persib Bandung Lawan Madura United di Jalak Harupat

22 Mei 2024 - 20:47 WIB

Pemprov Jabar Akan Evaluasi Penanganan Citarum Harum

22 Mei 2024 - 18:41 WIB

Trending di Beranda