Perwakilan serikat buruh menyampaikan apresiasi kepada Polda Jawa Barat atas inisiatif menggelar pertemuan tersebut. Menurut mereka, momentum bulan suci Ramadan menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat komunikasi antara buruh, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
Mereka menilai, kolaborasi dan dialog terbuka sangat penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan tanpa harus menimbulkan konflik yang dapat merugikan banyak pihak.
“Ini momentum bagi kami untuk duduk bersama, menyamakan persepsi, serta memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi seiring dengan terjaganya iklim investasi dan keamanan di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Diharapkan sinergi yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah dan menciptakan hubungan industrial yang kondusif.
Melalui silaturahmi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih intensif antara Ditintelkam Polda Jawa Barat dan para tokoh buruh. Dengan demikian, potensi konflik ketenagakerjaan di masa mendatang dapat diantisipasi melalui dialog yang konstruktif dan saling menghargai.
























