“Tadi saya lihat langsung pola interaksinya bagus, ada dialog, jadi peserta bisa bertanya langsung apa saja manfaat dan syarat-syaratnya untuk dapat KUR Perumahan. Jadi artinya ya sosialisasi itu harus masif sehingga dimengerti oleh masyarakat luas,” terangnya.
Menteri PKP juga optimis hingga akhir Desember tahun ini KUR Perumahan bisa diserap oleh sisi demand dan supply sektor perumahan. Apalagi KUR Perumahan ini baru pertama kali ada sepanjang Indonesia sudah Merdeka. Selain suku bunganya disubsidi 5 persen oleh pemerintah tentunya sangat bermanfaat bgi kontraktor, developer, toko bangunan, dan juga bagi UMKM.
“Saya juga ingin Bank Mandiri bisa segera bekerja menyalurkan KUR Perumahan khususnya Kredit Program Perumahan dengan cepat supaya nanti pertumbuhan ekonomi makin tinggi, mampu menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan di sektor perumahan. Semua program dan terobosan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor perumahan tujuannya supaya rakyat juga makin sejahtera dengan memiliki dan tinggal di rumah layak huni,” terangnya.
Menteri PKP menjelaskan, selama dua hari ini dirinya telah hadir dalam Sosialisasi KUR Perumahan atau Kredit Program Perumahan di Gedung Sabuga ITB dan Bank Mandiri. Rencananya besok dirinya juga akan ke Universitas Parahyangan untuk menghadiri sosialisasi serupa.
“Besok (Sabtu-red) saya akan ke Unpar, jam 14.30 untuk mendorong Sosialisasi KUR Perumahan di kalangan perguruan tinggi. Saya minggu lalu sudah 7 kali sosialisasi mulai dari Balaikota Jakarta, serta bersama HIPMI, KADIN Indonesia, asosiasi pengembang perumahan di Makassar. Minggu ini sudah di Bank Nobu kemarin dengan Bank bjb dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hari ini dengan Bank Mandiri dan besok di Unpar. Jadi kita memang bagaimana sekarang tantangannya supaya KUR Perumahan ini bisa dimanfaatkan, diketahui oleh rakyat dan dibantu publikasi teman-teman media sehingga juga membantu supaya rakyat makin banyak yang tahu,” katanya.























