Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Kesehatan · 17 Jan 2023 13:35 WIB

Upaya Pencegahan Stunting, Dinkes Bandung Bagikan Antopometri Kit ke Posyandu


					Upaya Pencegahan Stunting, Dinkes Bandung Bagikan Antopometri Kit ke Posyandu Perbesar

BANDUNG (Pajajaran Ekspres) — Dinas Kesehatan Kota Bandung membagikan alat antopometri kit di Posyandu Anggrek RW 05 (Kampung Rajut) Kelurahan Binong Kecamatan Batununggal, Selasa (17/01).

Secara simbolis, alat ini dibagikan oleh Ketua TP PKK Kota Bandung Yunimar Mulyana.

Untuk diketahui, antopometri kit merupakan alat pengukur berat badan dan tubuh anak. Kini, alat tersebut telah menjadi pengukur berat dan tubuh anak menggantikan peran timbangan konvensional yang biasa dijumpai di posyandu.

Yunimar menyebut, hadirnya antopometri kit ini menjadi salah satu upaya Pemkot Bandung dalam menurunkan angka stunting.

“Dengan alat ini, human error dalam pengukuran tubuh anak dapat ditekan. Sehingga kita bisa mendeteksi anak yang berpotensi stunting dan segera melakukan penanganan,” harap Yunimar.

Baca Juga :  Jasa Raharja Sukabumi Tinjau Pelaksanaan Program Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Cibadak

Yunimar mengatakan, selain hadirnya antopometri kit, di level kewilayahan, percepatan ODF 100 persen juga perlu dilakukan untuk mendukung penurunan angka stunting.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung dr. Roro Theresia Widuri mengungkapkan, penyerahan antopometri kit tahun 2022 ini sebanyak 350 alat.

Selanjutnya pada 2023, Pemkot Bandung akan membagikan lagi sebanyak 300 antopometri kit. Tak hanya itu, tahun ini Dinkes Kota Bandung juga tengah mengupayakan tambahan sekitar 1.700 alat antopometri kit untuk dibagikan ke posyandu di seluruh kelurahan.

Baca Juga :  (Edisi Ramadhan) 5 Upaya Tobat dari Menggosip Orang DI Bulan Suci Ramadhan

“Sehingga diharapkan seluruh posyandu mendapatkan alat ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, berikut ini sejumlah inovasi Kota Bandung dalam upaya penurunan stunting:

1. Aplikasi Bandung Tanginas.
2. Beas Bereum atau bekal anak sekolah bergizi enak dan murah.
3. Rembulan atau remaja bandung unggul tanpa anemia.
4. Sigurih atau studi intensif gizi untuk remaja indonesia hebat.
5. Buruan SAE yang merupakan budidaya pekarangan dan pengolahan pangan sehat.
6. Upaya peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) melalui pemodalan dan peningkatan keterampilan.
7. Bang Kasep atau bangga kagungan septictank untuk pencapaian ODF 100 persen.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Perkuat Budaya Risiko untuk Dorong Transformasi Pelayanan kepada Masyarakat melalui Risk Townhall 2026

19 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Respon Cepat Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya terhadap Kecelakaan Maut di Jamanis

18 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Jasa Raharja Maknai Keselamatan sebagai Salah Satu Wujud Kemerdekaan

18 Agustus 2026 - 23:01 WIB

BNNP Jabar Bongkar Peredaran 5 Kg Sabu di Depok, WN Iran Diburu

18 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Sinergi Jasa Raharja dan Polres Metro Depok: Safety Riding bagi Mitra Pengemudi Ojek Online dalam Semarak HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Dengan Nuansa Kedaerahan, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81

17 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Trending di Berita Daerah