BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin berharap, Kementerian PUPR segera mengevaluasi Tol Cipularang, jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Ini tidak lepas adanya insiden kecelakaan beberapa hari lalu, yang melibatkan 19 kendaraan di KM 92 Tol Cipularang.
“Nanti kami koordinasi dengan Kementerian PU, bagaimana memitigasi. Terutama karena ini mau Nataru,” ujar Bey Machmudin di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu 13 November 2024.
Perbaikan jalan rusak, kemudian kontur jalan diharapkan dapat dibenahi untuk mencegah terjadinya kecelakaan di Tol Cipularang, yang memang rawan terjadi tabrakan karena ada tanjakan dan turunan curam.
“Apakah ditambah rambu atau seperti apa,” ucapnya.
Sementara soal pengetatan izin kendaraan angkutan, seperti KIR. Bey Machmudin meminta instansi terkait dapat jeli, memastikan kelayakan kendaraan.
“Itu benar-benar diperiksa. Saya sudah minta ke Kadishub, untuk uji KIR betul-betul, jangan hanya bukunya saja yang dibawa, tapi mobilnya tidak diperiksa,” ucapnya.
Sementara mengenai kehadiran jembatan timbang di tol, untuk mencegah beban berlebih dari kendaraan karena dapat membahayakan.
Bey Machmudin mengatakan, Pemprov Jabar juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, karena kewenangan mengenai jembatan timbang berada di ranah pemerintah pusat.
“Nanti kami koordinasikan, terkait pengaktifan jembatan timbang, karena kewenangannya ada di kementerian,” imbuhnya.



























