Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 7 Nov 2024 15:17 WIB

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbesar, Ini Langkah Disnakertrans Jabar untuk Atasinya


					Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbesar, Ini Langkah Disnakertrans Jabar untuk Atasinya Perbesar

BANDUNG – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat Arief Nadjemudin mengakui, angka pengangguran masih terbilang tinggi.

Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini kata Arief, pengangguran di Jabar masih di kisaran angka 1,7 juta orang dari 26,19 juta orang atau sekitar 6,75 persen.

Meski angka tersebut mengalami penurunan sekitar 120 ribu orang, dibandingkan 2023 lalu, angka 1,7 juta orang ini diakuinya masih sangat besar.

Terlebih penyumbang pengangguran terbanyak sambung Arief, dari lulusan SMK. Dimana sejatinya kata dia, para lulusan SMK harusnya lebih cepat mendapatkan pekerjaan, karena mendapat pembekalan teknik selama menempuh pendidikan.

Baca Juga :  Disnakertrans Jabar Apresiasi Semangat Apindo dan Serikat Pekerja, Cari Solusi Turunkan TPT

“Terbanyak dari tamatan SMK daripada yang lain, sebesar 12,74 persen,” kata Arief saat dihubungi, Kamis 7 November 2024.

Ini terjadi kata dia, lantaran kebutuhan industri tidak sesuai dengan kompetensi lulusan SMK. Sehingga tidak dapat terserap maksimal.

Maka dari itu, agar terjadi kecocokan antara permintaan dan ketersediaan tenaga kerja, pihaknya bersama Dinas Pendidikan yang mengampu SMK, akan melakukan penyesuaian kurikulum.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Genjot Hubungan Industrial, Upaya Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka

Tentunya dengan melibatkan industri, terkait tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan saat ini.

“Melihat, kompetensi apa yang dibutuhkan dengan industri. Nanti kita kaitkan kurikulum dengan yang ada di SMK,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Disnakertrans Jabar juga akan mengoptimalkan program yang telah dibangun, seperti program pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan mandiri, juga pekerja migran.

“Juga kita punya balai. Ada dua balai di (milik) provinsi. Juga kita melakukan pembinaan dan pengawasan kepada LPK. Kemudian dengan industri kita buat forum,” kata Arief.

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pelaksanaan Survei CX100 di PT Jasa Raharja Cabang Bandung

4 Juli 2026 - 15:54 WIB

Jasa Raharja Bersama McDonald’s Bandung Berikan Promo bagi Wajib Pajak Taat sebagai Bentuk Apresiasi

3 Juli 2026 - 15:48 WIB

Railfans Cianjur Ajak Jasa Raharja Sukabumi, PT KAI, Polres Cianjur dan Dinas Perhubungan Kab Cianjur, Sosialisasi Perkuat Budaya Keselamatan di Perlintasan Sebidang

2 Juli 2026 - 15:33 WIB

Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat Santuni Ahli Waris Kecelakaan di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung

2 Juli 2026 - 15:26 WIB

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, Jasa Raharja Tasikmalaya Hadiri Pisah Sambut Kepala P3D Wilayah Kota Tasikmalaya

2 Juli 2026 - 09:06 WIB

Sinergi Forum Komunikasi Lalu Lintas dalam Upaya Penanganan Titik Rawan Kecelakaan di Kabupaten Karawang

1 Juli 2026 - 20:38 WIB

Trending di Berita Daerah