“Kami disini untuk mengingatkan bahwa kepentingan publik, hati nurani, akal sehat selalu menjadi pegangan dalam berkehidupan dan bernegara. Seruan moral ini untuk mengingatkan, bahwa hati nurani, akal sehat dalam etika berpolitik. Pemimpin negara sebagai simbol, harus membawa kepentingan semua kelompok,” terangnya.
Sedangkan Ketua BEM Unpad Fawaz Ihza Mahendra mengungkapkan, aksi ini merupakan bentuk luapan perasaan yang sama baik mahasiswa maupun para guru besar dan dosen. Dimana terjadi kemunduran demokrasi Indonesia, yang dinilai sudah tidak berada di jalurnya.
“Kami sedang melihat, kedaulatan rakyat sedang diinjak-injak oleh para penguasa. Oleh karena itu, kami menyerukan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi darurat. Oleh karenanya kami menyerukan untuk mengajak sekaligus menyadarkan masyarakat dan memeringati penguasa bahwa kekuatan rakyat hadir dan kalau diperlukan melawan pemerintah yang lalim,” ucapnya.
Tidak hanya aksi ini, Fawwaz mengaku tengah melakukan konsolidasi dengan BEM universitas Bandung Raya untuk melakukan aksi yang lebih besar lagi ke Jakarta untuk mengingatkan pemerintah.
“Bahwa mereka tidak bisa semena-mena, karena kalau rakyat sudah bersatu maka berhati-hatilah,” tandasnya.


























