BANDUNG (Pajajaran Ekspres) – Civitas akademika Universitas Padjadjaran yang meliputi guru besar, alumni, dosen dan mahasiswa menggelar aksi di Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Sabtu 3 Februari 2024, menyampaikan petisi kekecewaan pada rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap telah mencederai demokrasi.
Aksi bertajuk Seruan Padjadjaran ‘Selamatkan Negara Hukum yang Demokratis, Beretika dan Bermartabat’ ini merupakan salah satu bentuk kegelisahan sivitas akademika, terhadap situasi politik Indonesia saat ini.
Ketua Senat Akademika Unpad Profesor Ganjar Kurnia menyampaikan, ada tujuh petisi yang disampaikan, buntut menurunnya demokrasi selama pemerintahan Presiden Jokowi. Indeks Persepsi Korupsi yang semakin memburuk, pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui penempatan pimpinan-pimpinannya yang tidak amanah, penyusunan Omnibus Law pengaman investasi yang prosesnya jauh dari partisipasi publik, nepotisme dan penyalahgunaan kekuasaan dalam syarat Capres-Cawapres dalam pemilu oleh Mahkamah Konstitusi menjadi dasar kegelisahan mereka.
Belum lagi cawe-cawe Presiden Jokowi dalam bentuk dukungan sikap bahkan politisasi bantuan sosial (bansos) untuk kepentingan meraih dukungan politik, adalah puncak gunung es dari diabaikannya kualitas institusi dalam proses pembangunan kontemporer di Indonesia. Ditambah lagi dengan pembangunan yang hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tapi merusak tatanan justru akan membuat mandeknya pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan peningkatan ketimpangan.
“Praktik kuasa untuk melegitimasi kepentingan segelintir elit akan berdampak pada kegagalan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa yang menjadi tujuan bernegara, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, alinea kedua yaitu, perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia, dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.



























