Kolaborasi tersebut diperlukan agar data yang berasal dari berbagai sektor dapat diolah menjadi pemahaman bersama mengenai pola mobilitas dan risiko keselamatan. Dengan demikian, kebijakan serta program pencegahan kecelakaan dapat disusun secara lebih akurat dan berbasis bukti. “Masa depan perlindungan publik berbasis AI hanya dapat dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan para inovator,” ujar Awaluddin.
Melalui partisipasi dalam AI Indonesia Initiative Forum 2026, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, akurat, mudah diakses, serta mendukung terciptanya perjalanan yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.



























