Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Breaking News · 27 Agu 2025 15:14 WIB

HCM Talks 2025 SBM ITB: Maksimalkan Peran Gen Z dalam Bisnis Berkelanjutan


					HCM Talks 2025 SBM ITB: Maksimalkan Peran Gen Z dalam Bisnis Berkelanjutan Perbesar

BANDUNG – Sekolah Bisnis Manajemen Institut teknologi Bandung (SBM ITB) sukses menyelenggarakan seri kedua HCM Talks 2025, bekerja sama dengan berbagai mitra industri sebagai sarana penghubung antara praktisi dan akademisi, pada Rabu (27/8/2025).

Acara ini mengangkat tema “Unleashing Gen Z’s Potential for Business Sustainability of Companies”, yang mencakup talkshow, konsultasi, dan pembahasan wawasan industri.

Acara dibuka oleh Prof Togar Mangihut Simatupang, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek sekaligus Guru Besar SBM ITB, yang menyampaikan visi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. Ia menyoroti tantangan negara yang telah berada di middle-income trap selama 30 tahun, dengan pertumbuhan ekonomi melambat pada 2000–2024 menjadi rata-rata 4,88%.

“Untuk mencapai pertumbuhan 8%, kita perlu menggandakan nilai tambah melalui penguatan transformasi industri pada 2025–2029, termasuk percepatan transformasi, ekspansi global, dan pemanfaatan momentum Indonesia Emas 2045, terutama di sektor manufaktur,” ujar Prof Togar dalam siaran persnya.

HCM Talks terbagi menjadi tiga sesi utama dan satu sesi ice-breaking dari Populix. Sesi pertama, bertema Building Purpose-Driven Work Culture for Gen Z Engagement, menghadirkan Prof. Hazel Gruenewald dari Jerman.

Baca Juga :  SBM ITB Gelar Literasi Keuangan bagi Orang Dewasa dan Anak-anak di Kelurahan Sukapura

Hazel menekankan bahwa Generasi Z bukan malas bekerja, melainkan mengutamakan pekerjaan yang bermakna, dengan fokus pada etika, kesejahteraan, dan budaya kerja yang berorientasi pada tujuan.

Hazel juga menyarankan perusahaan menanamkan keaslian, inklusi, fleksibilitas, serta peluang pengembangan diri, agar Gen Z dapat berkembang, berinovasi, dan bertahan di perusahaan yang sejalan dengan nilai-nilai mereka.

Sesi kedua, bertema “The Power of Gen Z Distinctive Strength Future Leaders”, menyoroti pentingnya mengubah stereotip terhadap Gen Z di dunia kerja. Willy Sarlan menegaskan bahwa Gen Z berani bertanya, mencari makna, dan berorientasi pada dampak.

“Perusahaan perlu memberikan peluang pemberdayaan, tanggung jawab, dan makna dalam pekerjaan agar Gen Z dapat berkembang menjadi pemimpin yang baik,” katanya.

Dr. Ir. Yuni Ros Bangun menambahkan apresiasi terhadap keberhasilan Unilever yang menjadi perusahaan favorit Gen Z karena komitmennya mendorong kepemimpinan di setiap karyawan. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan dapat menyesuaikan budaya kerja untuk mengoptimalkan potensi generasi baru.

Baca Juga :  Guru Besar SBM ITB Sampaikan Orasi Ilmiahnya

Sesi ketiga, bertema “Managing Gen Z & National Resilience: Preserving Identity, Shaping the Future”, menghadirkan Dirgayuza Setiawan dan Lanny Wijaya. Diskusi dimulai dengan pemaparan mengenai pemanfaatan teknologi, kecerdasan buatan (AI), soft & hard skill, serta green skill sebagai kunci menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Selain itu, keduanya menekankan pentingnya pengembangan profesional T-shaped dan penerapan growth mindset. Dengan pendekatan ini, Generasi Z dapat berkembang, berinovasi, dan tetap relevan di industri yang terus berubah, sekaligus siap menghadapi tuntutan kolaborasi lintas generasi.

Melalui HCM Talks ini, SBM ITB berharap para peserta tidak hanya hadir, tetapi juga terinspirasi untuk terlibat secara aktif, mengambil inisiatif, dan menjadi bagian penting dalam pengembangan serta inovasi di organisasi masing-masing, sehingga ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Manfaatkan AI Tanpa Gantikan Tutor, Edupoint.id Personalisasi Les Privat dan Bimbel untuk 70.000+ Pelajar di 60+ Kota di Seluruh Indonesia

13 Juni 2026 - 20:05 WIB

Telkom Indonesia Jadikan Inovasi Mahasiswa sebagai Mesin Penggerak Transformasi Digital Perusahaan

21 Mei 2026 - 08:14 WIB

Telkom Indonesia Perkuat Pemberdayaan Perempuan Penyintas Kekerasan melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Digital Bersama Tel-U

20 April 2026 - 15:38 WIB

Tel-U Resmi Serahkan Video Pemutakhiran Penyandang Disabilitas kepada KND

20 April 2026 - 13:59 WIB

SBM ITB Gelar Graduation Night April 2026: 474 Lulusan Siap Menorehkan “Legacy”

19 April 2026 - 10:10 WIB

Job Fair Universitas Widyatama Sukses Hadirkan Ribuan Pengunjung dalam Dua Hari

16 April 2026 - 12:45 WIB

Trending di Pendidikan